Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hidup

Sempurna

Gambar
Saat kita menjalani kehidupan, tidak ada perjalanan hidup yang sempurna. Selalu ada lubang dan tambalan. Kadang lubang yang bahkan sulit kita tambal dan tetap ada pada perjalanan hidup kita saat ini. Tapi begitulah setiap orang menjalankan kehidupannya. Selalu ada lubang, paling tidak robekan kecil, retakan, atau sebuah koyakan. Aku tidak percaya pada kehidupan seseorang yang sempurna. Keluarga bahagia, wajah yang menarik, prestasi akademik baik, banyak teman dan kenalan, ekonomi mencukupi, sifat yang disukai semua orang, amalan agama yang baik, kesehatan yang prima, dst. Engga, engga ada yang menjalani hidup semulus itu. Kalau bukan banyak lubang di awal masa, sangat mungkin di tengah, atau malah saat ini. Kita sering butuh waktu untuk mengerti diri kita sendiri. Kita sering butuh waktu untuk sadar akan pantulan bayangan diri yang kita tatap. Kadang orang lain melihat lebih jelas. Kadang kita merasakannya lebih nyata saat tak ada seorangpun yang tahu. Tapi bagaimanapun i...

Belajar Menerima Kelebihan

Saat kita menjalani sebuah proses memilih, ada kelebihan dan kekurangan yang kita temui pada pilihan kita. Namun kebanyakan orang mempersiapkan diri menghadapi kekurangan saja. Padahal menerima kelebihan juga perlu disiapkan.  Contoh, saat akan membeli sebuah baju kondangan. Keputusan memilih sudah diambil, jatuhlah pilihan pada baju berpayet indah, dengan warna pastel, dan terdapat kerlipan2 dibajunya, namun sayang lapisan dalam baju tersebut berbahan agak panas. Maka sang pemiliknya menyiapkan kipas untuk mengantisipasi kekurangan baju indah tersebut.  Jika kita lihat dari sudut pandang kelebihannya, baju tersebut memiliki warna pastel yang sesungguhnya rawan saat terkena noda. Belum lagi kerlipan pada baju yang beresiko menempel di muka saat tangan menyentuh baju kemudian tangan menyentuh wajah setelahnya. Tapi pemilik baju tidak menyiapkan diri menerima kelebihan tersebut.  Bagaimana jika kita ambil contoh lain. Anggaplah kita membeli HP keluaran terbaru...

Berbeda

Cara berpikir laki-laki dan perempuan berbeda. Sudah cukup banyak penelitian yang membuktikannya. Sudah cukup banyak juga seminar persoalan hal ini. Maka mungkin tulisan ini sekedar membahas part kecil dari seluruh isi seminar dan hasil penelitian itu.  Perempuan, berdasarkan hasil penelitian lebih mampu untuk multitasking dibandingkan laki-laki. Tentunya hal itu karena bentuk struktur otaknya pun berbeda. Tidak heran jika laki-laki sulit untuk berganti fokus secara cepat pada beberapa aktivitas dalam satu waktu. Maka saat ada satu kegiatan yg dilaksanakan fokus pikirannya akan pada satu itu dan cenderung pada satu saja.  Perempuan? Bahkan saat sedang mengajar, otak perempuan bisa sekaligus menyusun rencana untuk kegiatan selanjutnya. Atau saat sedang membuat revisian skripsi, bisa sambil ikut rapat online dan memberikan ide, dan disaat yang sama makan kripik.  Coba liat bapak-bapak, mungkin saat beliau sedang fokus dengan acara TV nya, panggilan kesekianla...

Memahami Kesendirian, Menikmatinya.

Gambar
Dulu sekali, sulit sekali rasanya menikmati kesendirian. Rasanya sendiri selalu berarti sepi. Mungkin karena dulu aku belum mampu berinteraksi sekaya hari ini dengan diriku sendiri. Mungkin karena dulu aku belum bisa sedalam itu memaknai kehadiran Allah SWT yang begitu dekatnya. Memaknai kesendirian hingga menikmatinya butuh waktu. Butuh pengalaman. Butuh pelajaran. Butuh komunikasi.  Sekarang, aku malah sengaja mencari kesendirian, untuk sekedar merenung, membaca, menulis, memperhatikan jalannya kehidupan sosial di sekitar, atau untuk sekedar menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih khusyuk. Tentu saja berada di antara orang-orang terdekat dan tersayang adalah hal yang membahagiakan dalam sudutpandang yang lain. Tapi bahkan Rasul sekalipun punya saat-saat di mana beliau mencari kesendirian itu.  Sendiri, tentu saja kita sampai kapanpun tak akan sungguh sendiri. Selain karena Allah SWT selalu bersama kita, melihat, mendengar, dan tahu segala hal yang kita laku...

Mertua-Menantu

Agak lucu sih mau bikin tulisan ini karena belum ada pengalaman, tapi berhubung banyak pasangan muda di kantor dan banyak sharing2 pasangan muda yang yah,, begitulah. Kita anggap sebagai pembelajaran sebelum terjun langsung ke medan saja-lah ya. 

Tak Pernah Cukup, Tak Pernah Habis

Gambar
Assalamualaikum bulan Mei. MasyaaAllah Ramadhan kali ini di mulai 5 hari lagi dan di awal Mei. Rasanya senang tapi sedih tapi penuh syukur.  Tiap kali menyendiri sambil bermuhasabah pada kehidupan yang sudah dilalui, hampir selalu air mata tumpah.  Tumpah untuk semua kebaikanNya yang tak pernah alpa.  Tumpah untuk semua dosa yang setiap hari selalu ada. Tumpah mengingat mati yang tak tahu kapan. Tumpah mengingat kefuturan diri karena keluh kesah. Tumpah karena kecewa pada diri sendiri. Tumpah karena melawan diri sendiri susahnya minta ampun.  Tumpah karena rasa syukur padaNya yang tak pernah cukup untuk ditunjukkan. Lima hari lagi Ramadhan datang, Lima hari lagi bulan penuh cintaNya hadir. Semoga Lima hari lagi masih sempat aku rasakan. Semoga Lima hari itu lebih banyak langkah-langkah kebaikan yang menyertai sehingga diri sudah cukup bersih menyambut bulan Ramadhan.  ÙŠَا Ù…ُÙ‚َÙ„ِّبَ الْÙ‚ُÙ„ُوبِ Ø«َبِّتْ Ù‚َÙ„ْبِÙ‰ عَÙ„َÙ‰ دِينِÙƒَ Ya M...

Datang dari mana?

Apa hal yang paling sulit kita sampaikan saat ini? Permintaan maaf dari rasa bersalah? Rasa keberatan ? Menyampaikan rasa bangga pada anak? Menyampaikan selamat pada lawan? Hmm, setiap orang mungkin berbeda2 ya kesulitannya.  Setiap perasaan biasanya datang dari sebuah alasan atau kejadian. Dan, setiap perasaan selalu datang karena izin Allah meskipun bisa juga semua perasaan itu datang dari nafsu belaka saja. Termasuk perasaan kagum dan suka.  Jika perasaan marah datang dari Allah, maka tentu kemarahan itu datang karena hal2 yang tidak Allah sukai. Karena jika kita marah karena kesuksesan orang lain atau sikap orang lain yang sekedar tidak sesuai harapan kita, maka mungkin datangnya dari nafsu saja.  Jika perasaan sedih datang karena melihat sesama muslim terjerumus maksiat atau karena melihat ciptaan Allah teraniaya tangan-tangan manusia. InsyaaAllah datangnya dari Allah. Tapi jika sedih karena artis favorit kita gagal datang konser. Sedih ...

Depends on the way you do

Assalamualaikum teman2. Ini adalah tulisan yang saya publish untuk pertama kalinya di tahun ini. Semoga banyak manfaat yang bisa didapatkan~  Cara kita berpikir dan bertindak adalah salah satu alasan tercapai atau tidaknya tujuan kita. Dalam sudut pandang saya, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama. Kalian mungkin setuju bahwa ada cara yang akan membuat kita meraih tujuan kita dan ada yang tidak. Pada sudut pandang tauhid, ini semua adalah persoalan Takdir. 

Menjadi Orang Tua

Gambar
Aku mungkin belum menjadi orang tua bagi seorang anak hari ini. Tapi dulu aku adalah seorang anak.  Ada sebuah pesan yang dengan tulus ingin saya sampaikan kepada para orang tua muda. Dan tentunya juga untuk diri saya sendiri.  Menjadi orang tua baru dengan seorang anak pastilah hal baru yang membawa tantangan bagi pasangan baru.  Namun, sesulit apapun kondisi hidup kalian pada masa-masa awal pernikahan dengan seorang anak di pangkuan kalian, utamakanlah mereka.  Jangan korbankan masa kecil mereka untuk sebuah pikiran "ketika semua sudah lebih baik aku akan membayar semuanya pada anak-anak",  karena itu akan terlalu terlambat. Masa kecil mereka mungkin sudah berlalu dengan banyak luka. Masa di mana perhatian dan sayang orang tua sangat dibutuhkan sudah berlalu. Ketika menyadarinya nanti, mungkin hanya akan tertinggal sesal yang tak akan hilang hingga mata kalian melihat mereka dewasa. 

Tersenyum

Memang, ada beberapa hal yang kita pikir sudah tidak lagi mengganggu jalannya kehidupan kita. Tapi ketika terkenang sedikit, rupanya tetap ada ibarat baju putih yang terkena luntur. Meski seperti hilang, sebenarnya ada berbayang. Tapi, hidup kita bukan untuk menyesali yang tak hilang berbayang itu kan? Tersenyumlah pada bayangan sendiri dan katakan pada mata yang menatap kuat itu, "biar saja berlalu dan ikhlas pada cerita ini. Sudah takdirnya berliku, yang datang dan pergi, yang mengejar lalu sembunyi, yang padanya tatapan tak terlepas namun tak kunjung menyapa". Obrolan malam itu membuatku sadar bahwa ternyata sudah banyak kerikil, dan karang yang berlalu. Tersenyumlah, siapa peduli jika esok kembali tersandung batu. Kita hanya perlu berdiri dan kembali berjalan. Jika menurutNya beginilah jalan terbaik menuju sungai telaga, apakah pantas untuk tidak percaya?

Tanyakanlah

Malam, kenapa ya? Padamu ada bintang yang kecilnya sebesar titik hitam di bukuku... tapi terang sekali. Indah seperti kilauan mentari yang memantul di cerminku. Tau tidak? Sepi itu adalah jarak. Antara aku dan bintang ada sepi. Karena kita berjarak. Tapi aku bisa melihat bintang. Meskipun sepi. Penasaran tidak? Aku iya. Menunggu sampai tidak sepi. Tau kan maksudku? Tapi, kata panutanku, sabar tak berbatas. Aku jadi malu untuk merengek, walaupun sambil nangis sih. Malam, sekarang aku tau. Kamu tidak abu, buktinya waktu ke Jepara dan Sumatera Barat kamu gelap. Hitam. Mungkinkah karena Depok masih bersedih, dia jadi kelabu? Atau bukan? Malam, lain kali kita bicara ya. Tanyakan saja apapun... aku suka..

Anak-Anak

Gambar
Keburukan harus diperbaiki bukan dianggap biasa.  Melihat anak2 zaman dulu dan zaman sekarang pastilah ada perbedaan yang dapat kita amati. Namun bukan semua hal yang berubah. Ada hal-hal crucial yang tidak berubah hingga kini dan cenderung dianggap hal yang biasa ketika itu terjadi pada anak-anak.  Bullying Baik secara verbal maupun fisik. lantas orang dewasa hanya berkata "namanya juga anak-anak". Namun ketika anak mereka menjadi korban, mereka turut ikut campur dan memarahi si pembully sehingga tanpa sadar anak mereka tidak belajar melindungi dirinya dan berkemungkinan semakin dibully.  Ini adalah persoalan sistem pada pendidikan kita di rumah dan di sekolah. Orang dewasa mungkin alpha akan adanya resiko jangka panjang yang maha dahsyat yang akan mengintai anak2 mereka.

Ummi

Gambar
Ada sebuah alasan mengapa anak sulung yang sudah mempunyai segala yang ia butuhkan di luar sana kembali lagi dan lagi ke rumah yang sepi itu. Alasan itu adalah ummi. Keramaian di rumah ini dimulai oleh ummi. Oleh sautannya untuk makan, obrolannya soal kantor, obrolan soal adik-adik, obrolan soal asisten rumah tangga yang begini dan begitu, obrolan soal masa lalu, obrolan soal banyak hal. Demi mendengarkannya bercerita, demi melihat keceriaan di raut wajahnya, demi merasakan senyuman hangatnya, demi melihat sikapnya yang selalu ekspresif. Demi itulah si sulung pulang. Maka demi itu pula sepinya rumah tak akan pernah sesepi tanpa ummi, ketika ummi dinas ke luar kota atau kunjungan mandiri ke kakak-kakaknya misal.

Tak akan lama

Gambar
Puluhan pertanyaan menghujam pikiran dan menusuk keji hati. Langkah kaki yang mantap perlahan melambat lalu diam. Jika ada yang harus memekik berat mungkin ia adalah hati. Kenapa? Entahlah. Angin malam yang ramai bertambah ramai dengan bunyi-bunyi mobil dan sirene. Di luar sana pastilah begitu banyak kesibukan yang mengalir. Tak perlu di luar, bahkan di dalam sini banyak pekerjaan yang menunggu untuk diakhiri. Sayang sekali, hati yang ramai membuat pekerjaan berat terasa tak lebih berat dari batu yang menumpuk di hati. Atau malah untung? Hmm sudahlah. Menyelesaikan perkara pikiran jauh lebih mudah dari perkara hati. Seringnya terlalu rumit berbelit. Membuat sulit mencari ujung benangnya. Tapi bisa, tentu saja perlu yakin kalau ujungnya akan ditemukan. Entah kapan. Bila diujung timur ada yang merasa berat, percayalah ujung barat turut merasa berat. Hati tak milik satu pihak. Tapi tak berhak langit dan bumi dipersalahkan. Pastilah setiap nafas sudah saling mengusakan dengan ...

Diskusi 1

Assalamualaikum teman-teman. Jadi ceritanya saya punya postingan yang ditulis tahun lalu yang belum sempet ke share. Semoga bermanfaat ^_^ Ilmu adalah sesuatu yang dengannya kamu mendapatkan kebermanfaatan atau dengannya kamu memberikan manfaat....

Dilarang berkata Sulit

Gambar
Ada sebuah peraturan kelas matematika yang saya terapkan kepada seluruh siswa yang saja ajar.  Di larang berkata "susah", "sulit", "ga bisa", dan apapun yang pada dasarnya sebuah keluhan. Saya akan membuat kotak keluhan di papan tulis, dan menuliskan poin bagi setiap anak yang terdengar mengucapkannya. Bila poinnya sudah mencapai 5 turus atau 5 garis, maka si anak wajib mengerjakan soal matematika bonus.  Mereka pasti ga suka bonus yang ini, meskipun mereka suka dengan saya sebagai gurunya (GR banget haha).  Bukan tanpa alasan peraturan ini saya berikan, tapi dengan maksud tulus dan tersistem.  Kenyataannya, pada pekerjaan apapun ketika kita banyak menyebutkan kata sulit terhadap apa yang kita lakukan, otak akan mudah tersugesti untuk mengakui bahwa ini hal sulit dan kemudian tubuh akan terdorong untuk berat melakukan hal tersebut, ditambah emosi akan semakin negatif.  Pada pelajaran matematika yang dulupun pernah saya hindari, say...

Bagian I

“Udah ga ada lagi yang harus kita lakuin buat lana nih, jadi nyuapin makan aja deh” kata-kata itu keluar dari mulut abi dengan piring penuh nasi dan lauk di tangan ummi yang sendoknya siap menghampiri mulutku. Aku yang dua bulan lagi berusia 22 tahun. Bukan 2 tahun.

Call me Bulan

Ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, kita cenderung untuk melupakan waktu. Itu membuat kita agak terkejut ketika melihat ke belakang, betapa banyak waktu yang sudah kita lalui dan betapa cepatnya semua berlalu. Aku, seseorang yang baru akan di wisuda besok lusa, merasakannya. Karena begitu aku tersadar, keberadaanku sudah hampir genap enam bulan berada di sini. Di sekolah ini, bersama anak-anak kesayanganku, teman-teman kantor yang menyenangkan, sebagai seorang guru.

Hai kamu, ada apa?

Maghrib itu adalah sebuah kisah pilu sesudah berbuka yang aku dengar melalui diskusi ayah dan ibuku. Kisah itu menceritakan betapa di ujung tanduknya negara ini. Saking ngerinya, kisah itu, kisah tentang negara ini untuk pertama kalinya meneteskan air mataku. Kondisi umat muslim yang bagaikan buih di lautan sungguh nyata keberadaannya. Negara ini dalam ketidakberdayaan meski umat islamnya paling banyak. Turki di sebrang sana mengalami banyak tekanan dan ancaman hingga bom berkunjung ke sana beberapa kali demi menggoyahkan pertahanan Erdogan. Jelas saja para musuh sedang dalam ketakutan pada negara-negara muslim yang tengah berusaha bangkit. Turki, hanya salah satu dari banyak negara muslim lain yang sungguh luput kabarnya dari media mainstream di negara ini. Ada apa sebenarnya dengan Indonesia? Ada apa dengan krisis kepemimpinan Negeri ini? Betapa banyak umat muslim di nusantara ini yang rupanya begitu sulitnya bersatu menyelamatkan bangsa. Dukungan serentak pada negara-negara isl...

Catatan akhir kampus 2

Gambar
Sebagaimana layaknya seorang pegawai baru, begitupun aku. Aku merasakan bagaimana beradaptasi soal lingkungan sosial, transportasi, waktu, materi, dll. Ada bagusnya juga diterima kerja sebelum aku lulus. Sejujurnya kesibukan yang tercipta oleh aktifitas pekerjaan mengisi dengan baik waktu-waktu kosongku. Meski kadang juga malah mengambil waktu belajarku, tentu saja itu konsekuensi bekerja sebelum sidang -_-. Tidak terbayang jika aku tidak bekerja mungkin banyak waktu yang terbuang sia-sia karena kekosongan menunggu revisian, bosan, dll. Yaaaah tentu saja sebenarnya untuk seorang aktivis tidak ada istilah gabut, kalo memang ada waktu luang jelas sekali harus digunakan untuk memperhatikan organisasi yang masih aku jalani. Sejujurnya, mungkin prioritasku sudah agak berubah. Berubahnya prioritasku bukan berarti aku sungguh-sungguh lepas tangan dengan organisasiku, hanya saja waktu yang aku gunakan untuk mengelolanya jadi semakin dan semakin sempit. Aku pikir paling tidak aku memantau ...