Memahami Kesendirian, Menikmatinya.
Dulu sekali, sulit sekali rasanya menikmati kesendirian. Rasanya sendiri selalu berarti sepi. Mungkin karena dulu aku belum mampu berinteraksi sekaya hari ini dengan diriku sendiri. Mungkin karena dulu aku belum bisa sedalam itu memaknai kehadiran Allah SWT yang begitu dekatnya.
Memaknai kesendirian hingga menikmatinya butuh waktu. Butuh pengalaman. Butuh pelajaran. Butuh komunikasi.
Sekarang, aku malah sengaja mencari kesendirian, untuk sekedar merenung, membaca, menulis, memperhatikan jalannya kehidupan sosial di sekitar, atau untuk sekedar menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih khusyuk.
Tentu saja berada di antara orang-orang terdekat dan tersayang adalah hal yang membahagiakan dalam sudutpandang yang lain. Tapi bahkan Rasul sekalipun punya saat-saat di mana beliau mencari kesendirian itu.
Sendiri, tentu saja kita sampai kapanpun tak akan sungguh sendiri. Selain karena Allah SWT selalu bersama kita, melihat, mendengar, dan tahu segala hal yang kita lakukan, ada pula jin dan malaikat yang tak bisa kita lihat wujudnya. Tapi sendiri yang dimaksud adalah, sendiri tanpa interaksi dengan manusia mananpun yang secara khusus kita kenal.
Seperti hari ini, detik ini. Aku sengaja melambatkan kepulangan. Masih di depan komputer kelas, dengan AC yang suaranyapun terdengar, ruangan kosong yang menjadi saksi, dan buku-buku pesanan yang baru aku beli. Sendiri sering membuat aku berpikir lebih banyak soal segala hal, mereview kembali hari, dan mengevaluasi hal-hal yang sudah terjadi.
Dulu sekali, aku tidak mengerti kenapa orang dewasa sering ingin sendiri, keadaan yang tenang lebih disukai, ah... sekarang aku tau. Pikiran mereka sudah terlalu ramai, sehingga menambah keramaian pada telinga dan mata mereka bukan lagi hal yang mudah. Sedangkan anak-anak mencari keramaian melalui mata dan telinga, karena pikiran mereka masih terisi seperlunya saja.
Jika saat-saat sendiri adalah saat-saat yang menguji keimanan seseorang, maka sendiri artinya adalah kesungguhan.
Sudah bisa menikmati kesendirian hari ini?

Komentar