Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Memahami Kesendirian, Menikmatinya.

Gambar
Dulu sekali, sulit sekali rasanya menikmati kesendirian. Rasanya sendiri selalu berarti sepi. Mungkin karena dulu aku belum mampu berinteraksi sekaya hari ini dengan diriku sendiri. Mungkin karena dulu aku belum bisa sedalam itu memaknai kehadiran Allah SWT yang begitu dekatnya. Memaknai kesendirian hingga menikmatinya butuh waktu. Butuh pengalaman. Butuh pelajaran. Butuh komunikasi.  Sekarang, aku malah sengaja mencari kesendirian, untuk sekedar merenung, membaca, menulis, memperhatikan jalannya kehidupan sosial di sekitar, atau untuk sekedar menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih khusyuk. Tentu saja berada di antara orang-orang terdekat dan tersayang adalah hal yang membahagiakan dalam sudutpandang yang lain. Tapi bahkan Rasul sekalipun punya saat-saat di mana beliau mencari kesendirian itu.  Sendiri, tentu saja kita sampai kapanpun tak akan sungguh sendiri. Selain karena Allah SWT selalu bersama kita, melihat, mendengar, dan tahu segala hal yang kita laku...

Slow Response

Gambar
Pernah ga kalian mengalami sebuah kejadian atau momen, sampai keesokan harinya kalian masih ga yakin itu terjadi bahkan sampai berbulan-bulan berlalu kalian masih ga yakin itu kejadian. Atau pernah ga kalian mengalami suatu kejadian epic  trus secara realtime  kalian menghadapinya dengan gagah berani dan cool , tapi waktu kejadian epic  itu berlalu dan kalian tinggal dengan diri kalian sendiri di waktu yang berbeda, barulah fungsi sistem limbik kalian terstimulasi kenangan pada kejadian epic itu dan diri jadi ga karuan menghadapinya sendirian? Kalo di antara kalian ada yang demikian, syukurlah, artinya saya ga sendiri.  Engga curhat sih, engga salah maksudnya. Tapi, seperti biasanya, kehidupan ini setiap harinya menyadarkan bahwa Allah SWT mengajari kita sesuatu. Sehingga selama menjalani usia 20 tahun-an saya punya kesimpulan soal takdir yang Allah tetapkan pada kita..... Takdir (bagi orang beriman) adalah rangkaian cinta yang Allah sediakan bagi ...

Vakum

Ingat? semua hal dalam hidup punya pilihan, dan setiap pilihan juga punya konsekuensi. Siapa sangka kadang kita berada dalam kondisi sulit untuk mempertahankan tindakan. sehingga menghilang seperti satu-satunya pilihan. Tapi karena kondisi itu kita jadi sadar bahwa kita memang harus banyak bermuhasabah diri.