Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Belajar untuk menegur

Ketika seseorang berusaha belajar akan sesuatu kita sebagai orang yang sudah lebih dahulu belajar dan kemudian paham haruslah mengetahui seberapa besar usahanya untuk belajar. Hindarilah menyalahkan apa yang ia pelajari dengan serta merta apalagi dihadapan orang banyak, hindari juga menyalahkan dengan kalimat tidak berperasaan, tapi tegurlah dengan lembut bila perlu gunakan kalimat tanya. Begitulah caranya kita meluruskan suatu hasil pembelajaran agar hati orang yang kita tegur tidak terlukai atau paling tidak ia tidak merasa sia-sia sudah belajar.

Ketika momen-momen itu tiba.

Sebagai seorang manusia dalam usia dewasa awal, maka terasa wajar apabila begitu serius membicarakan masa depan. Keseriusan akan obrolan ini semakin terasa hangat apabila dikerucutkan dalam topic pasangan masa depan. Mari kita kutip satu bait sebuah lagu tulisan kang abay “Namamu rahasia, tapi kau ada di masa depanku”.  Ah, kalimat itu memberikan suatu kepastian yang tidak pasti bukan? Membicarakan perasaan cinta kemudian tidak akan terasa membosankan apabila yang berbicara dan yang mendengarkan sedang mengetahui rasanya. Perasaan yang berbagai macam jadi satu, senang, gelisah, khawatir, itulah bagaimana aku mendeskripsikan rasanya.