Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Dia bilang "Terima kasih"

Dia biasanya menangis karena hal hal kecil yang orang anggap sepele, dia juga tertawa dengan hal-hal sederhana yang menurut orang lain biasa, dia juga bisa marah karena hal-hal sederhana yang tak teraba orang lain. Itulah dia. Dia biasa dibilang aneh oleh mereka, mereka sering bingung dengan sikap dan pikirannya, kadang dia tak berhasil membuat mereka paham dan kadang dia berhasil. Segelintir orang memang yang mengerti dan sealur dengannya, jadi kawan itulah dia. Mereka bilang bahagianya sederhana, dia bilang bahagia itu harus sederhana. Mengapa harus dengan yang sulit baru kita bahagia? Mereka bilang, mereka tak mengerti maunya dan ada apa dengannya, dia bilang, “lihatlah dari sudut pandangku dan kau akan mengerti”. Jika dia belum menjadi bagian darimu, kau tak akan mengerti, begitupun dia. Jika kau belum menjadi bagian darinya, kau tak akan mengerti tapi dia pastikan dia sudah mengerti. Dia adalah sedikit dari orang-orang yang menangis ketika acara-acara seminar itu mula...

Aku

Cinta bentuknya memang begitu. Hanya terlihat dengan sikap dan lisan Hanya terasa oleh hati-hati yang saling terpaut Hanya terdengar oleh mereka yang merasa Cinta itu indah Indah itu abstrak Abstrak itu,,,, Aku

Pelayar Angin

Hembusan angin mendarat tepat di kepalaku Mengelusku dengan lembut dan memejamkan mata yang lelah Aku tau ini bukan lagi saatnya Bukan lagi masanya Sudah usai jauh dari yang aku sadari Bahkan hingga kau datang kembali Hujan yang rintik bersamaan hadir dengan angin lambat lalu cepat menghujam tubuh sedikit lalu terus bertambah banyak menyiramiku Anginnya tak biasa, terus dan terus datang Melawanpun aku tak mampu Laripun tak mungkin Seandainya kau lihat aku di sini Melihatku dan merasakan apa yang aku rasa Menyambut tanganku Lalu menarikku dari tempat ini