Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Memahami dan Belajar Memahami

Wassalamualaikum Ramadhan, semoga masih Allah SWT beri kesempatan bagi kita untuk bertemu kembali dengan keindahanmu. Kini bulan Syawal sudah tiba dan hari ini tanggal 2 Syawal. Banyak hal – hal menarik ala orang dewasa yang sedang berusaha saya pelajari, pahami, dan maknai. Bukan sekedar cara mengahadapi masalahnya, tapi juga bagaimana mengkreasikan sudut pandang masalah, atau malah mengubah persepsi masalah menjadi ibadah yang bernilai pahala di sisiNya. Ketika bersilaturahim ke sanak saudara, terasa sekali bahwa sudah bertahun lamanya hidup, kini bocah – bocah itu sudah tak lagi kecil. Ada yang sudah menikah, punya anak, ada yang baru mendapat pekerjaan, baru menikah, persiapan skripsi, naik tingkat 2 kuliah, dan tentu salah satunya adalah saya yang naik tingkat 3 kuliah. Aah,, ternyata kita sudah tergantikan oleh bocah-bocah kecil baru yang semoga saja jauh lebih baik dari kami-kami para tante dan om nya. Berat ringannya masalah dalam kehidupan yang sudah dijalani ...

Otoritas Untuk Kebijakan

Gambar
Ayoolaah,, melihat dua orang saling berdiskusi dengan tarik urat dan nada tinggi saja sudah cukup mengganggu saraf, apalagi harus melihat dua orang bertengkar hingga menangis. Itu menjengkelkan. Bukan, bukan hanya rasa jengkelnya yang mengganggu tapi rasa takut dan cemasnya yang membuat itu semua menjadi perpaduan yang luar biasa extrem untuk saraf otak. Tunggu, tunggu kita membicarakan sesuatu yang luas kawan. Ini bukan sekedar soal pendukung pilpres yang adu kuat, bukan juga sekedar dua sahabat yang sedang bertengkar, dan bukan juga sekedar pertengkaran suami istri. Ini lebih dari itu dan bahkan lebih dari cerita tentang pertengkaran antara kamu dan aku. Ini tentang semuanya. Pertengkaran. Tiap kali terjadi pertengkaran selalu ada pihak yang akhirnya otoriter dan yang lain terdzalimi. Yang otoriter memanfaatkan kemenangannya dan yang terdzalimi dimanfaatkan. Aku benci kata dimanfaatkan, karena itu mendekati hasil dari sikap "tidak enakan" dan rasa bersalah yang b...

Ukhuwah??

Sorak sorai para kumpulan manusia yang mengatakan dirinya da'i . Ramai - ramai mereka teriakan kata ukhuwah, sedangkan kurang dari sejengkal diantara mereka ada beberapa orang -yang masih saudara seiman mereka- tidak dalam rangkulan.  Jangankan rangkulan, beberapa di antara yang banyak itu bahkan tak sempat mereka pandang. Tanpa sadar mereka ekslusifkan diri. Seakan ukhuwah hanya milik mereka. Mereka yakin mereka sudah cukup benar, padahal disebelah mereka ada yg diam-diam terluka, tersakiti hatinya karena luput dari pandangan. Ramai-ramai para kumpulan orang yang katanya da'i itu bergerak, lalu berkoar - koar menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar, padahal di samping mereka ada saudaranya yang tidak terangkul dalam hangatnya ukhuwah, meski mereka mendengar koar - koar dari mereka yang katanya da'i , tapi hati mereka mendung dan memilu. Para krumunan saudara seiman yang tak dianggap dalam rangkulan ukhuwah " mereka ", lalu mulai membentuk kumpulann...

Ini tentang Pilpres dan Mahasiswa

Yap menjelang pemilihan presiden besok ada hal-hal yang ingin saya sampaikan, yang serigkali ingin sya tulis di FB tapi merasa tidak cukup pantas. Banyak persaingan sengit hingga yang keji yang terjadi selama kurang lebih sebulan menjelang pilpres. Banyak cara yang dilakukan TimSes, Simpatisan, bahkan Mahasiswa untuk mendukung pilihannya. ada yang menggunakan cara cerdas, ada pula yang cara tidak baik. Tidak baik cara penyebarannya kah, isi tulisannya kah, issunya kah, apapun pokoknya tidak baik, cendrung ke arah fitnah dan judgment. Dalam tulisan ini saya berusaha bersikap netral untuk tidak memihak yang manapun, karena buat saya kedua Pendukung sama-sama ada tidak baiknya. Jadi saya lebih tidak suka pada pendukung yang arogannya dari pada ilfil pada  salah satunya. memang dalam hal pemilihan yang akan ribut adalah pendukung bukan pemainnya yang dalam hal ini adalah si capres cawapres. Saya berharap para pendukung tidak bertindak layaknya pendukung bola di Indonesia, ...