Berbeda


Cara berpikir laki-laki dan perempuan berbeda. Sudah cukup banyak penelitian yang membuktikannya. Sudah cukup banyak juga seminar persoalan hal ini. Maka mungkin tulisan ini sekedar membahas part kecil dari seluruh isi seminar dan hasil penelitian itu. 

Perempuan, berdasarkan hasil penelitian lebih mampu untuk multitasking dibandingkan laki-laki. Tentunya hal itu karena bentuk struktur otaknya pun berbeda. Tidak heran jika laki-laki sulit untuk berganti fokus secara cepat pada beberapa aktivitas dalam satu waktu. Maka saat ada satu kegiatan yg dilaksanakan fokus pikirannya akan pada satu itu dan cenderung pada satu saja. 

Perempuan? Bahkan saat sedang mengajar, otak perempuan bisa sekaligus menyusun rencana untuk kegiatan selanjutnya. Atau saat sedang membuat revisian skripsi, bisa sambil ikut rapat online dan memberikan ide, dan disaat yang sama makan kripik. 

Coba liat bapak-bapak, mungkin saat beliau sedang fokus dengan acara TV nya, panggilan kesekianlah yang mampu membuatnya berpaling. ya gak tau ya biasanya panggilan ke 3 baru sadar sedang dipanggil. Tenang2, kalo ada lelaki yang sedang membaca tulisan ini dan menggerutu ga setuju, saya minta maaf, memang ga semua begitu. Cuma banyak. 

Tapi betul, hanya komunikasi dan toleransi yang diasah setiap waktu yang bisa membuat laki-laki dan perempuan punya hubungan yang sehat dan baik. Karenanya mohon maaf pula apabila ibu-ibu seringkali memberikan instruksi bertingkat dan maklumi pula jika para bapak seringnya skip beberapa pesan dan melakukan awal atau akhir saja pesan yang kita berikan. 

Pernah ga kalian waktu sekolah, ada ibu guru yang berkerut saat menyampaikan materi sekolah. Kadang ngajarnya asik tapi ada kesempatan di mana beliau mengajar sebatasnya saja. Tapi gimana dengan bapak guru? coba perhatikan, ritme mengajar mereka cenderung konsisten dibandingkan bu guru. Karena pikiran bu guru bisa dengan mudah melompat pada berbagai topik saat sedang mengajar, apalagi bila ada masalah dalam keluarganya. Maka perempuan akan baik dalam pekerjaan jika keluarganya dalam keadaan baik. 

Bapak guru, cenderung mengajar dengan ritme yang konsisten karena pikirannnya cenderung untuk fokus pada apa yang sedang dilakukannya. Dan menurut penelitian juga, bapak2 akan lancar dalam berkeluarga jika pekerjaannya lancar. 

Memang demikian Allah menciptakan keseimbangan di antara laki2 dan perempuan. Maka dengan ilmu pula kita bisa lebih memahami keadaan. Bukankah kita bisa lebih bertoleransi saat kita mengetahui alasan perlunya toleransi itu?

Selamat belajar, selamat bersabar, selamat berkabar. Semoga Allah mudahkan selalu kita untuk menerima segala tantangan baru di dalam hidup. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!