Menjadi Orang Tua
Aku mungkin belum menjadi orang tua bagi seorang anak hari ini.
Tapi dulu aku adalah seorang anak.
Ada sebuah pesan yang dengan tulus ingin saya sampaikan kepada para orang tua muda. Dan tentunya juga untuk diri saya sendiri.
Menjadi orang tua baru dengan seorang anak pastilah hal baru yang membawa tantangan bagi pasangan baru.
Namun, sesulit apapun kondisi hidup kalian pada masa-masa awal pernikahan dengan seorang anak di pangkuan kalian, utamakanlah mereka.
Jangan korbankan masa kecil mereka untuk sebuah pikiran "ketika semua sudah lebih baik aku akan membayar semuanya pada anak-anak", karena itu akan terlalu terlambat. Masa kecil mereka mungkin sudah berlalu dengan banyak luka. Masa di mana perhatian dan sayang orang tua sangat dibutuhkan sudah berlalu. Ketika menyadarinya nanti, mungkin hanya akan tertinggal sesal yang tak akan hilang hingga mata kalian melihat mereka dewasa.
Kesibukan demi uang agar dapat membiayai anak-anak agar lebih bahagia mungkin terdengar realistis. Tapi anak-anak tidak akan memahami itu, yang mereka pahami adalah ketika ayah bunda mereka ada untuk mereka maka artinya ia diperhatikan dan disayangi, jika tidak maka dia tidak berharga. Terdengar mengada-ngada? Itu sungguhan. Bukan saya yang bilang tapi anak-anak. Tatapan mereka, emosi mereka ketika di kelas, sikap mereka menghadapi lingkungan, cara mereka berpikir. Sebagai orang dewasa yang melihat mereka setiap hari dan menyadari fakta itu, sesungguhnya itu terlalu menyakitkan dan sedih.
Mungkin, hal inilah yang membuat para singlelillah sebaiknya bukan hanya menyiapkan diri menjadi pasangan tapi juga sebagai orang tua. Sekalipun saya mempelajari berbagai teori anak dan keluarga selama 4 tahun, namun saya sadar bahwa menjadi orang tua adalah praktek.
"Masa kecil mereka tidak akan kembali. Jika bahagia akan terkenang selamanya, jika luka akan terngiang selamanya." Ini adalah kata-kata yang sungguhan terjadi dan sebagian besar peneliti keluarga sudah mendapatkan bukti nyata dari berbagai penelitian, bahwa masa kecil menjadi salah satu alasan terkuat terbentuknya orang dewasa.
Kepada para orang tua baru, bertahanlah, kuatlah, bahagialah, berjuanglah. Ketika kita menjadi pasangan dan orang tua kita tidak akan lagi hidup untuk diri kita sendiri. Apakah bisa? Kalian bisa, karena pena telah diangkat dan tinta sudah mengering.

Komentar