Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Tak apa

Tersenyum, tersenyum saja. Tak apa, meski yang melihat hanya pantulan dirimu, itu tak apa. Tersenyumlah, lihat bagaimana indahmu ketika kau tersenyum. Tak apa, tak apa jika yang lain tak paham. Mungkin memang begini jalannya. Meski ku yakini selalu ada maksud dari sebuah pertemuan. Tersenyumlah, mudah-mudahan hatimu segera menyusul untuk tersenyum. Tak apa, tak apa bila agak berat. Tersenyum saja. :)

Berlari mengejarmu/Mu?!

Untuk postingan malam ini, sejujurnya saya tulis dalm kondisi padat merayapnya tugas. Hari ini adalah sabtu penuh cerita. bukan karena sekedar ada moment "something" di pagi harinya, tapi karena memang banyak cerita sampai ke malam harinya. Selama seminggu ini sejujurnya banyak sekali hal yang dipikirkan, direnungkan, disesalkan, dan yaaaaa,, katakan saja minggu ini adalah minggu goyah. Beberapa hari yang lalu aku tersadar bahwa aku rasanya telah jauh dariMu. Mengenang betapa setiap amalan ibadah yang aku lakukan rasanya agak sedikit hambar walaupun akhirnya beberapa hari yang lalu berhasil bergetar hati ketika namaMu terlantun ditelinga dan meleleh air mata ketika mengingat misi seorang khalifah di muka bumi.

Melihatmu

Kemarin aku bekukan pintu jalanmu. Ku tinggalkan, sungguh ku tinggalkan pintu itu dalam keheningan, kebekuan, dan debu. Tak pernah terpikirkan untuk suatu saat nanti aku sentuh. Hingga kemudian matahari terbit pada sisimu, mencairkan kebekuan pada pintu jalanmu. Entah atas alasan apa kubiarkan matahari mencairkan beku pada pintu itu.  Debu di pintu itu perlahan sirna oleh luberan air, perlahan beku itu mencair, membersihkan dengan sendirinya pintu yang kutinggalkan beku dan berdebu. Kini pintu itu tak lagi beku, tak lagi berdebu. Kemudian aku tersadar bahwa pintu itu siap terbuka, tapi aku masih membiarkannya dalam keheningan. Sadar tapi tak ingin, melihatmu datang dri pintu itu kini menjadi hal yg mungkin.  Entah kemudian apa yg membawaku berjalan menuju pintu jalanmu. Memberikan sedikit suara dan tak lagi membiarkannya dalam kehening. Pintu itu kini bersinar oleh pantulan matahari, berkilau oleh embun2 harapan. Meski tak kupahami betul apakah takdir yang akan datang...