Taukah kamu?
Ini adalah cerita seorang sahabat dekat. Yang aku semogakan ia menikah tahun depan, tahun ini malah, semoga. Dia adalah seorang yang tangguh dengan kehidupannya. Berjuang keras untuk membalas pengkerdilan yang ia dapatkan. Membuktikan bahwa ia mampu. Kini aku melihat kesuksesannya untuk membuktikan semua yang ia gagali di masa silam. Terucap dari dirinya, sebuah kata yang bersimbolkan ketidakpercayaan diri. Sama seperti bagaimana kadang aku memandang diriku yang remah-remah ini. Calonnya adalah seseorang yang sangat cerdas, IPK nyaris summa cummelaude ketika lulus dari ITB Teknik Elektro. Kini diterima di 3 univ di luar negeri untuk sekolah lagi namun kemudian menolak demi membersamai sahabatku di masa datang. Namun, begitulah ia, berucap padaku di chat personal sambil kubayangkan ia berkaca-kaca. Ia merasa kecil untuk diperjuangkan sebesar itu. Aku turut bahagia dengan rencana-rencana besar yang sudah ia susun, meski sebal terkadang dengan keras kepalanya yang berkali...