Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Mengingatmu

Aku benci sekali setiap mengingatmu. Aku benci rindu yang menggoyahkan hatiku setiap kali aku teringat dirimu. Aku benci. Kalau saja aku tahu bagaimana menghentikan kegilaan ini, sudah sejak berbulan lalu aku hentikan. Tapi apa yang kamu lakukan terlalu penuh arti, bahkan terlalu berarti dan membuat ingatanku padamu bertahun-tahun lalu berubah rasa. Kau tak pernah tau bukan? Sekarang, hanya karena ujian dari penyegeraan adalah ketertundaan, aku jadi seperti teko air yang berbunyi ketika air mendidih. Berisik… “Apa yang dia lakukan tidak ada yang salah Da. Semua serba masuk akal, penuh kewajaran, dan dewasa!” Tessy setengah berteriak menasehatiku. Mungkin sudah tidak tahan dengan keluhan tidak masuk akalku. “Aaaah, baiklah! Ini memang cuma pikiran egois anak kecil. Ya, ya, ya, anggap saja dia tidak pernah menyelematkan aku dari kecelakan itu. Tidak pernah mengantarkan aku ke Rumah Sakit. Tidak pernah menungguiku saat itu, iyakan!” Kali ini aku tidak dapat lagi menahan keke...

Selesaikan Pikiran Terdekatmu

Shera adalah seorang anak gadis. Setidaknya bagi ayah dan bundanya. Ia adalah seorang perempuan yang berada pada tahapan usia dewasa awal. Ia baru saja memulai kehidupan yang sesungguhnya, belajar meninggalkan kelabilan, belajar konsisten dengan pilihan-pilihan yang ia buat untuk dirinya, belajar untuk memikirkan segalanya sebelum memutuskan sesuatu, belajar berkompetisi dengan banyak pihak, belajar meninggalkan pikiran pesimis dan melangkah maju. Shera, dia hanyalah seorang gadis biasa, orang dewasa yang baru saja masuk fase dewasa tanpa prestasi wah. Ia memiliki banyak kenalan, banyak teman, dan beberapa sahabat setia. Ia memiliki guru di setiap sudut tempat yang ia kunjungi dan ia hobi tersenyum, bercerita, dan mendengarkan cerita.