Depends on the way you do

Assalamualaikum teman2. Ini adalah tulisan yang saya publish untuk pertama kalinya di tahun ini. Semoga banyak manfaat yang bisa didapatkan~ 

Cara kita berpikir dan bertindak adalah salah satu alasan tercapai atau tidaknya tujuan kita. Dalam sudut pandang saya, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama. Kalian mungkin setuju bahwa ada cara yang akan membuat kita meraih tujuan kita dan ada yang tidak. Pada sudut pandang tauhid, ini semua adalah persoalan Takdir. 

Karena kita adalah makhluk yang penuh keterbatasan, tentu saja kita hanya bisa mengusahakan segala sesuatu tanpa mengetahui hakikatnya akan kita capai atau tidak. Saya ingin menyampaikan hal yang saya pelajari mengenai kemampuan diri untuk memahami cara orang lain. Pada kasus ini khususnya adalah persoalan mencapai sebuah ikatan.

Bagaimana caramu untuk memulai taaruf dengan seseorang atau bagaimana caramu ingin ditaarufi seseorang? Jawaban setiap orang akan berbeda. Karena setiap orang punya cara yang berbeda. Mungkin ada yang to the point dengan orang yang dituju meskipun tidak kenal, hanya tau, atau karena dulu pernah kenal. Ada juga yang langsung mengambil orang ketiga untuk menyampaikan tujuannya, meskipun sudah kenal, sudah tau orangnya. Ada yang ingin diawali dengan pembuka ringan baru menyampaikan tujuan. Ada juga yang ingin menggunakan cara yang sama sekali tidak terkoneksi langsung dengan yang mengajak.

Banyak caranya bukan? Tapi, kita tidak pernah tau cara orang lain akan cocok dengan cara kita atau tidak. Kalaupun cocok cara permulaannya, kita juga tidak tau apakah cara selanjutnya akan sesuai. Maka kita selalu perlu untuk mengedepankan adab (kesantunan), toleransi, bijak menghadapi, dan yang terpenting tenang.

Karena dengan tenang kita dapat menghadapi persoalan diri dengan santun. Karena dengan tenang kita tidak terburu-buru mengambil tindakan. Karena dengan tenang kita punya jeda. Sebagai hamba kita wajib menerima takdir, tapi kita juga diperintahkan untuk beristikharah. Jeda adalah cara bagi diri untuk dapat mengambil langkah dengan lebih bijak. 

Kita boleh punya cara yang berbeda. Kita boleh menerima cara yang berbeda atau menolaknya. dan, apapun keputusan yang kita buat dari cara-cara yang datang selalu pastikan keterlibatan Allah SWT di dalamnya, keridhoan orang tua di baliknya dan keridhoan hati dalam berhenti ataupun melanjutkan. 

Terima kasih.  

Komentar

Yusuf Muhammad mengatakan…
Libatkan Allah swt dalam setiap urusan.. :)
Roxalana Fikren Taufik mengatakan…
Betul2 kalo itu harus selalu
Qonita mengatakan…
Karena dengan tenang kita memiliki jeda, jeda untuk membuat kita menjadi lebih bijak berkeputusan... Oke Bu Lan, thank for share..

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Guruku

Slow Response

Cintaku Padamu

Bicaralah yang baik

Melihatmu