Tanyakanlah
Malam, kenapa ya? Padamu ada bintang yang kecilnya sebesar titik hitam di bukuku... tapi terang sekali. Indah seperti kilauan mentari yang memantul di cerminku.
Tau tidak? Sepi itu adalah jarak. Antara aku dan bintang ada sepi. Karena kita berjarak. Tapi aku bisa melihat bintang. Meskipun sepi.
Penasaran tidak? Aku iya.
Menunggu sampai tidak sepi. Tau kan maksudku?
Tapi, kata panutanku, sabar tak berbatas.
Aku jadi malu untuk merengek, walaupun sambil nangis sih.
Malam, sekarang aku tau. Kamu tidak abu, buktinya waktu ke Jepara dan Sumatera Barat kamu gelap. Hitam.
Mungkinkah karena Depok masih bersedih, dia jadi kelabu? Atau bukan?
Malam, lain kali kita bicara ya. Tanyakan saja apapun... aku suka..
Tau tidak? Sepi itu adalah jarak. Antara aku dan bintang ada sepi. Karena kita berjarak. Tapi aku bisa melihat bintang. Meskipun sepi.
Penasaran tidak? Aku iya.
Menunggu sampai tidak sepi. Tau kan maksudku?
Tapi, kata panutanku, sabar tak berbatas.
Aku jadi malu untuk merengek, walaupun sambil nangis sih.
Malam, sekarang aku tau. Kamu tidak abu, buktinya waktu ke Jepara dan Sumatera Barat kamu gelap. Hitam.
Mungkinkah karena Depok masih bersedih, dia jadi kelabu? Atau bukan?
Malam, lain kali kita bicara ya. Tanyakan saja apapun... aku suka..
Komentar