Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jika...

Bagian I

“Udah ga ada lagi yang harus kita lakuin buat lana nih, jadi nyuapin makan aja deh” kata-kata itu keluar dari mulut abi dengan piring penuh nasi dan lauk di tangan ummi yang sendoknya siap menghampiri mulutku. Aku yang dua bulan lagi berusia 22 tahun. Bukan 2 tahun.

Catatan akhir kampus 1

Gambar
Salah satu cara menuangkan gejolak pikiran yang mendidih adalah dengan menulis. Menulis kemudian menjadi hobi yang menghibur perasaan cemas atau gelisah yang melanda. Bagiku, menulis menjadi suatu hobi sekaligus obat. Tahapan kehidupanku detik ini berada di akhir tingkat empat di kampus. Ini menandakan bahwa masa-masa wisudaku harus segera terlaksana dalam jangka waktu beberapa bulan lagi. Syukurlah aku sudah melewati seminar hasil dengan cukup baik. Masa ini adalah di mana aku menyadari bahwa Allah memang senang memberikan kejutan bagi hambaNya. Banyak hal-hal tak terduga yang Ia izinkan terjadi padaku. Salah satunya adalah diterima sebagai staff pengajar di sekolah karakter, tepatnya di Indonesia Heritage Foundation. Tempat ini dulunya adalah tempat magang selama sebulan, tidak aku sangka akan menjadi guru SD di sekolah ini bahkan sebelum aku sidang hasil skripsi. Sebenarnya ini menjadi tantangan tersendiri. Jujur saja sebenarnya ada perasaan ingin bersenang-senang dulu, namun ...

My Faults

Banyak hari yang telah aku lewati. Bersama dengan sahabat-sahabat terbaik dan orang-orang yang menyayangiku. Adakalanya aku tidak dapat memahami tindakan mereka, kemudian dengan segala kepongahan dan rasa sombong aku artikan tindakan mereka dengan sudut pandangku seorang. Banyak kejadian yang kemudian membuktikan bahwa keegoisanku menjauhkanku dari mereka. Setiap hari aku lalui dengan penyesalan atas segala tindakan dan lisan yang menyakiti mereka. Apaguna penyesalan, lisan telah terlontar dan tindakan sudah terjadi, aku hanya bisa memaki diri. Beginikah kehidupan orang dewasa? Dahulu saat tubuhku setinggi meja belajar, aku lihat orang dewasa begitu penuh dengan kerutan, waktu mereka sedikit untuk membersamaiku, amarah mereka menjilat-jilat hari entah siang, sore, atau malam. Saat itu kepolosanku mungkin menjadi beban tersendiri. Saat itu tak aku mengerti bagaimana beban pikiran dan perasaan yang ditanggung orang dewasa.   Aku hanya mampu memohon maaf pada seluruh jiwa y...

TEPAT

Menggantungkan harapan haruslah pada tempat yang tepat. TEPAT sekali lagi.  Aku beri tahu satu hal penting, kadang kita tak perlu berpikir PANTAS atau tidak, tapi TEPAT atau tidak Jika ingin berdusta maka carilah saat yang tepat, dengan cara yang tepat, intonasi yang tepat, dan gaya yang tepat.  Tapi SABR harus selalu tepat di manapun kondisi dan tempatnya, karena kita butuh sabar dan semua aspek menjadi TEPAT ngan kesabaran. Mereka ada tapi tak ada aksinya, mereka bicara tapi tak ada maknanya, mereka berpikir tapi tak ada isinya.  Kenapa? karena cara mereka tidak TEPAT Jadilah seperti seharusnya, berbicaralah seperti seharusnya, bersikaplah seperti seharusnya, berterimakasihlah seperti seharusnya. Jangan harap mendapatkan yang tepat jika kita tidak mau untuk belajar TEPAT. dalam waktu, sikap, sifat, berpikir, bicara, bertindak.

Pelayar Angin

Hembusan angin mendarat tepat di kepalaku Mengelusku dengan lembut dan memejamkan mata yang lelah Aku tau ini bukan lagi saatnya Bukan lagi masanya Sudah usai jauh dari yang aku sadari Bahkan hingga kau datang kembali Hujan yang rintik bersamaan hadir dengan angin lambat lalu cepat menghujam tubuh sedikit lalu terus bertambah banyak menyiramiku Anginnya tak biasa, terus dan terus datang Melawanpun aku tak mampu Laripun tak mungkin Seandainya kau lihat aku di sini Melihatku dan merasakan apa yang aku rasa Menyambut tanganku Lalu menarikku dari tempat ini

Review

Gambar
Dulu, dulu banget. Pernah nulis suatu postingan karena berniat buat nampar diri sendiri. Entah akhirnya jadi posting atau engga. Dan sekarang ingin mengingatkan kembali dengan bentuk yang baru. "Apa bagusnya jadi orang baik, apa jeleknya jadi orang jahat" Sebenernya denger kalimat ini tuh awalnya agak janggal, cuma kalo agak dipermak dikit dengan inti yang sama dan isi yang berbeda jadi gini: "Apa yang buruk itu selalu buruk?, apa yang baik itu selalu baik?" Dengan opini diri sendiri, saya beranggapan bahwa cara menjalani kehidupan itu ga harus selalu dengan cara yang "baik" kadang" *atau mungkin seringnya?* cara yang buruk juga jadi jalan yang mulus buat menjalani hidup. Tapi sekali lagi, yang baik dan buruk itu selalu berdampingan kan? dan tiap-tiap mereka punya fungsi positif dan negatif. Makanya kenapa Allah SWT ga selalu memberikan kita apa yang kita mau (biasanya yang kita mau yang bagus"kan?) soalnya Allah tau cara yang bu...

Seperti Hujan

Gambar
*edit Kataku:  bagiku aku ada seperti hujan yang datang bisa dengan tiba-tiba atau bisa dengan tanda, yang datangnya kadang diinginkan kadang dibenci, yang kedatangannya kadang membawa senyuman, kadang membawa makian.  Seperti hujan, aku datang dengan banyak laku, aku sering datang tanpa berpikir yang aku datangi akan senang atau tidak.  Seperti hujan, kadang aku menyapu kekeringan, kadang aku membanjiri seluruh kota. Seperti hujan, kadang datang dengan lembut kadang datang dengan bringas.  Seperti hujan, bisa sekilas waktu, bisa berjam-jam. Aku merasa seperti hujan, yang bisa membuat hati yang duka semakin duka lalu menangis. seperti hujan, aku membawa banyak cerita tentang banyak masa. seperti hujan, aku memanggil anak-anak untuk bermain denganku. berlari dan tertawa Terkadang aku datang dengan petir yang menyambar dan melukai sekitar. Terkadang aku datang dengan wewangian rumput yang menyegarkan. Orang-orang yang tak ingin sakit atau tak suka huja mema...