Sempurna
Saat kita menjalani kehidupan,
tidak ada perjalanan hidup yang sempurna. Selalu ada lubang dan tambalan.
Kadang lubang yang bahkan sulit kita tambal dan tetap ada pada perjalanan hidup
kita saat ini. Tapi begitulah setiap orang menjalankan kehidupannya. Selalu ada
lubang, paling tidak robekan kecil, retakan, atau sebuah koyakan.
Aku tidak percaya pada kehidupan
seseorang yang sempurna. Keluarga bahagia, wajah yang menarik, prestasi
akademik baik, banyak teman dan kenalan, ekonomi mencukupi, sifat yang disukai
semua orang, amalan agama yang baik, kesehatan yang prima, dst. Engga, engga
ada yang menjalani hidup semulus itu. Kalau bukan banyak lubang di awal masa,
sangat mungkin di tengah, atau malah saat ini.
Kita sering butuh waktu untuk
mengerti diri kita sendiri. Kita sering butuh waktu untuk sadar akan pantulan
bayangan diri yang kita tatap. Kadang orang lain melihat lebih jelas. Kadang
kita merasakannya lebih nyata saat tak ada seorangpun yang tahu. Tapi
bagaimanapun itu, kehidupan dunia yang sempurna tak pernah ada.
Ibadah bahkan memiliki masanya
naik dan turun. Ketaatan diri pernah ada masanya futur. Saat kita tertawa ada pula masanya kita menangis. Saat kita
nyaman ada masanya juga kita tak nyaman. Ada yang mudah mengakui lubang dan tambalan-tambalan
dalam hidupnya. Seperti juga ada orang-orang yang sulit menerima bahwa
kehidupannya memiliki lubang. Alih-alih tertutupi, lubang dalam kehidupannya
malah semakin besar karena tidak diakui keberadaannya.
Merasa lelah, kesal, kecewa, itu
boleh saja. Manusia paling sempurna yang Allah SWT utus sebagai Rasul dengan kitab
Al-Qurannya saja mengalami hal tersebut. Kenapa kita harus menafikan kekurangan
diri, kesalahan, dan perasaan negatif yang kita miliki? Bukannya yang kita
perlukan adalah control diri atas perasaan-perasaan tersebut?
Hidup di dunia tidak ada yang
sempurna, tidak ada yang memiliki kesempurnaan itu, pun tidak ada juga yang
bisa menjadikan hidup dunianya sempurna. Karena “sempurna” adalah kata sifat
yang hanya boleh ada untukNya. Hanya kepadaNya, satu-satuNya.
Dari seluruh ketidaksempurnaan
yang kita miliki, ada orang-orang yang Allah SWT pertemukan dengan kita untuk
membantu kita mengakui lubang-lubang yang kita punya dan koyakan sana-sini yang
malas kita akui. Allah SWT pertemukan juga kita dengan orang-orang yang dengan
ringan hati membantu kita mengatasi lubang-lubang dan koyakan dalam hidup kita.
Sungguh banyak syukur yang luput kita lakukan untuk seluruh kebaikanNya.
Semoga, Allah SWT mampukan kita
selalu menjalankan setiap ujian. Allah SWT kuatkan kita menjalankan kehidupan
dunia yang tidak sempurna ini. Semoga juga, Allah SWT kirimkan selalu
sahabat-sahabat yang penuh ketaatan dan cinta untuk membersamai perjalanan
hidup di dunia dan semoga kelak pula di akhirat.
-Mengingat wabah Covid-19 yang saat ini kita hadapi. Semoga menjadi
penguat langkah kita dalam kebaikan dan keteguhan- Sehat selalu teman-teman.

Komentar