Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Yang Berganti dalam Nada yang Sama

Harusnya aku mampu sampai semua ini sungguh berakhir, harusnya semua ini baik-baik saja. Begitulah aku berandai-andai. Aku pikir bertahun-tahun dalam nada yang sama akan cukup membuatku resisten. Pikirku.. Entah bagaimana akhirnya aku malah berjalan pada takdir ini. Takdir yang membuat apa yang aku pikir aman menjadi ancaman Rasanya jauh lebih aneh dari takdir yang lalu-lalu, karena bukan sekedar jadi tak nyaman tapi aku jadi banyak bersedih. Kalut dalam-dalam karena khawatir Rabbku cemburu Aku meyakini bahwa menahan diri, menahan hati, menahan lisan, menahan pikiran, menahan mata, kini adalah kemuliaan yang harus aku pelihara. Di dalam yang terdalam aku tengok sang Malu, ialah harta paling berharganya wanita yang kini harus aku jaga sungguh-sungguh. Andai memang ini adalah ketentuanNya dan bukan permainan syaitan, maka kemulian ini layak sampai pada hakikatnya. Bila ini adalah permainan syaitan, maka sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sa...