Hai kamu, ada apa?
Maghrib itu adalah sebuah kisah
pilu sesudah berbuka yang aku dengar melalui diskusi ayah dan ibuku. Kisah itu
menceritakan betapa di ujung tanduknya negara ini. Saking ngerinya, kisah itu,
kisah tentang negara ini untuk pertama kalinya meneteskan air mataku. Kondisi
umat muslim yang bagaikan buih di lautan sungguh nyata keberadaannya. Negara
ini dalam ketidakberdayaan meski umat islamnya paling banyak. Turki di sebrang
sana mengalami banyak tekanan dan ancaman hingga bom berkunjung ke sana
beberapa kali demi menggoyahkan pertahanan Erdogan. Jelas saja para musuh
sedang dalam ketakutan pada negara-negara muslim yang tengah berusaha bangkit.
Turki, hanya salah satu dari banyak negara muslim lain yang sungguh luput
kabarnya dari media mainstream di negara ini.
Ada apa sebenarnya dengan
Indonesia? Ada apa dengan krisis kepemimpinan Negeri ini? Betapa banyak umat
muslim di nusantara ini yang rupanya begitu sulitnya bersatu menyelamatkan
bangsa. Dukungan serentak pada negara-negara islam yang jelas-jelas diteror tidak
cukup terdengar! Ah aku lupa…. Kita terlalu disibukkan dengan kebobrokan
pemerintahan dan keduniaan yang melenakan. Apakah indonesia sadar bagaimana
kondisi dirinya saat ini? Apakah dengan media mainstream menyembunyikan segala
fakta penting kemudian kita tidak berusaha mencari tahu kebenaran? Di mana itu
para ahli dalam bidang perpolitikan, ekonomi, hukum? Apakah selemah itu kondisi
pemimpin negeri ini sehingga tiada daya baginya untuk berlepas diri dari
kontrol negara lain?
Aku, aku hanya satu dari jutaan
rakyat Indonesia. Keahlianku mungkin hanya menyuarakan keadaan, keahlianku
mungkin seputar sosial, dengan keahlianku aku bantu negeri ini menyadari virus
yang tengah menggerogotinya. Aku harap, keahlianku membangunkan para tenaga
ahli dibidang yang bersentuhan langsung dengan sistem pemerintahan ini, yang
bersentuhan langsung dengan kepala-kepala para pemimpin negeri. Keahlianku,
mungkin hanya butiran dibanding keahlian para ahli lainnya. Tapi tersimpan
harapan besar dalam hatiku untuk kebangkitan Islam dan kesejahteraan negeri
ini.
Komentar