Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mahasiswa

Adaptasi

Gambar
Minggu ke-4 di bulan Oktober. Adalah minggu paling hectic dan luar biasa sepanjang tahun 2019. Tapi gapapa, kadang hidup begitu, ada aja waktunya lenggang banget, sekalinya padat,luar biasa.  Pada tulisan kali ini ada sebuah momen spesial yang akan saya bahas yang berhubungan dengan adaptasi. Manusia, menurut ilmu pengetahuan alam, adalah makhluk yang diberikan kemampuan adaptasi yang tinggi. Selain karena proporsi bentuk tubuhnya yang memungkin mobilitas dengan berbagai cara, manusia juga diberikan kelebihan akal sehingga mampu berpikir dan memunculkan inovasi dan ide untuk menanggulangi hal-hal yang terjadi kepada dirinya dengan cara paling efektif.  Tapi bagi manusia maupun makhluk lain (baca: tumbuhan atau hewan) adaptasi adalah hal yang membutuhkan effort, penuh dengan rasa tidak nyaman, dan mungkin mengakibatkan hilang atau bertambahnya aspek-aspek dalam individu itu sendiri. Tapi begitulah adaptasi bekerja.

Catatan akhir kampus 2

Gambar
Sebagaimana layaknya seorang pegawai baru, begitupun aku. Aku merasakan bagaimana beradaptasi soal lingkungan sosial, transportasi, waktu, materi, dll. Ada bagusnya juga diterima kerja sebelum aku lulus. Sejujurnya kesibukan yang tercipta oleh aktifitas pekerjaan mengisi dengan baik waktu-waktu kosongku. Meski kadang juga malah mengambil waktu belajarku, tentu saja itu konsekuensi bekerja sebelum sidang -_-. Tidak terbayang jika aku tidak bekerja mungkin banyak waktu yang terbuang sia-sia karena kekosongan menunggu revisian, bosan, dll. Yaaaah tentu saja sebenarnya untuk seorang aktivis tidak ada istilah gabut, kalo memang ada waktu luang jelas sekali harus digunakan untuk memperhatikan organisasi yang masih aku jalani. Sejujurnya, mungkin prioritasku sudah agak berubah. Berubahnya prioritasku bukan berarti aku sungguh-sungguh lepas tangan dengan organisasiku, hanya saja waktu yang aku gunakan untuk mengelolanya jadi semakin dan semakin sempit. Aku pikir paling tidak aku memantau ...

Catatan akhir kampus 1

Gambar
Salah satu cara menuangkan gejolak pikiran yang mendidih adalah dengan menulis. Menulis kemudian menjadi hobi yang menghibur perasaan cemas atau gelisah yang melanda. Bagiku, menulis menjadi suatu hobi sekaligus obat. Tahapan kehidupanku detik ini berada di akhir tingkat empat di kampus. Ini menandakan bahwa masa-masa wisudaku harus segera terlaksana dalam jangka waktu beberapa bulan lagi. Syukurlah aku sudah melewati seminar hasil dengan cukup baik. Masa ini adalah di mana aku menyadari bahwa Allah memang senang memberikan kejutan bagi hambaNya. Banyak hal-hal tak terduga yang Ia izinkan terjadi padaku. Salah satunya adalah diterima sebagai staff pengajar di sekolah karakter, tepatnya di Indonesia Heritage Foundation. Tempat ini dulunya adalah tempat magang selama sebulan, tidak aku sangka akan menjadi guru SD di sekolah ini bahkan sebelum aku sidang hasil skripsi. Sebenarnya ini menjadi tantangan tersendiri. Jujur saja sebenarnya ada perasaan ingin bersenang-senang dulu, namun ...

Belajar untuk menegur

Ketika seseorang berusaha belajar akan sesuatu kita sebagai orang yang sudah lebih dahulu belajar dan kemudian paham haruslah mengetahui seberapa besar usahanya untuk belajar. Hindarilah menyalahkan apa yang ia pelajari dengan serta merta apalagi dihadapan orang banyak, hindari juga menyalahkan dengan kalimat tidak berperasaan, tapi tegurlah dengan lembut bila perlu gunakan kalimat tanya. Begitulah caranya kita meluruskan suatu hasil pembelajaran agar hati orang yang kita tegur tidak terlukai atau paling tidak ia tidak merasa sia-sia sudah belajar.

Mengenal -lebih jauh- Pengurus BIRENA 2014 dan 2015 di IYC 1436H

Hari ini adalah hari berakhirnya program kerja IYC 1436H. IYC kali ini adalah IYC ke-2 yang aku ikuti sebagai seorang panitia. IYC biasanya menjadi ajang bagi para pengurus Birena untuk saling mengenal satu sama lain baik sesama akhwat maupun akhwat-ikhwan. Saling mengenal dan memahami ini kemudian menjadi poin yang nantinya akan mensolidkan dan menguatkan komitmen tiap individunya. Berikut adalah pemaparan dari sudut pandang saya kepada para pembina yang masih aktif hingga kegiatan IYC hari ini. -sesungguhnya setiap kalian adalah inspirasi dan teladan bagi saya-

Keluarga Indahku di Kampus

Gambar
Setelah sekian lama vakum dari dunia tulis menulis ternyata hal yang kali ini aku tulis adalah seputar mereka. Mereka yang sudah aku anggap menjadi bagian dari keluarga meskipun tanpa ikatan darah. Mereka ada yang saling kenal satu sama lain, ada yang hanya sekedar tahu, ada juga yang tidak saling mengenal (belum). Meski begitu saya pribadi menyayangi mereka, tiap individunya, dengan cara berbeda. Luthfi Afriani Dialah teman seperjuangan sejak TPB hingga menjadi teman sekamarku dikostan. Saya anggap ia saudara saya dan tentu ialah saudara seiman bagi saya. banyak hal senang dan susah yang kami lalui. saking banyaknya malah cape duluan sebelum ditulis. hha. Birena Al-Hurriyyah Keluarga yang kemudian membuat saya nyaman berlama-lama dengan mereka. menikmati setiap hembusan ketaatan ketika bersama mereka. Merasakan setiap kecerian yang kemudian berisi keseriusan dalam membina. Mengecap rasa sayang antar satu dengan yang lain, tanpa  melihat angkatan, tanpa melihat jabat...

Memahami dan Belajar Memahami

Wassalamualaikum Ramadhan, semoga masih Allah SWT beri kesempatan bagi kita untuk bertemu kembali dengan keindahanmu. Kini bulan Syawal sudah tiba dan hari ini tanggal 2 Syawal. Banyak hal – hal menarik ala orang dewasa yang sedang berusaha saya pelajari, pahami, dan maknai. Bukan sekedar cara mengahadapi masalahnya, tapi juga bagaimana mengkreasikan sudut pandang masalah, atau malah mengubah persepsi masalah menjadi ibadah yang bernilai pahala di sisiNya. Ketika bersilaturahim ke sanak saudara, terasa sekali bahwa sudah bertahun lamanya hidup, kini bocah – bocah itu sudah tak lagi kecil. Ada yang sudah menikah, punya anak, ada yang baru mendapat pekerjaan, baru menikah, persiapan skripsi, naik tingkat 2 kuliah, dan tentu salah satunya adalah saya yang naik tingkat 3 kuliah. Aah,, ternyata kita sudah tergantikan oleh bocah-bocah kecil baru yang semoga saja jauh lebih baik dari kami-kami para tante dan om nya. Berat ringannya masalah dalam kehidupan yang sudah dijalani ...

Ukhuwah??

Sorak sorai para kumpulan manusia yang mengatakan dirinya da'i . Ramai - ramai mereka teriakan kata ukhuwah, sedangkan kurang dari sejengkal diantara mereka ada beberapa orang -yang masih saudara seiman mereka- tidak dalam rangkulan.  Jangankan rangkulan, beberapa di antara yang banyak itu bahkan tak sempat mereka pandang. Tanpa sadar mereka ekslusifkan diri. Seakan ukhuwah hanya milik mereka. Mereka yakin mereka sudah cukup benar, padahal disebelah mereka ada yg diam-diam terluka, tersakiti hatinya karena luput dari pandangan. Ramai-ramai para kumpulan orang yang katanya da'i itu bergerak, lalu berkoar - koar menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar, padahal di samping mereka ada saudaranya yang tidak terangkul dalam hangatnya ukhuwah, meski mereka mendengar koar - koar dari mereka yang katanya da'i , tapi hati mereka mendung dan memilu. Para krumunan saudara seiman yang tak dianggap dalam rangkulan ukhuwah " mereka ", lalu mulai membentuk kumpulann...

Ini tentang Pilpres dan Mahasiswa

Yap menjelang pemilihan presiden besok ada hal-hal yang ingin saya sampaikan, yang serigkali ingin sya tulis di FB tapi merasa tidak cukup pantas. Banyak persaingan sengit hingga yang keji yang terjadi selama kurang lebih sebulan menjelang pilpres. Banyak cara yang dilakukan TimSes, Simpatisan, bahkan Mahasiswa untuk mendukung pilihannya. ada yang menggunakan cara cerdas, ada pula yang cara tidak baik. Tidak baik cara penyebarannya kah, isi tulisannya kah, issunya kah, apapun pokoknya tidak baik, cendrung ke arah fitnah dan judgment. Dalam tulisan ini saya berusaha bersikap netral untuk tidak memihak yang manapun, karena buat saya kedua Pendukung sama-sama ada tidak baiknya. Jadi saya lebih tidak suka pada pendukung yang arogannya dari pada ilfil pada  salah satunya. memang dalam hal pemilihan yang akan ribut adalah pendukung bukan pemainnya yang dalam hal ini adalah si capres cawapres. Saya berharap para pendukung tidak bertindak layaknya pendukung bola di Indonesia, ...