Dilarang berkata Sulit

Ada sebuah peraturan kelas matematika yang saya terapkan kepada seluruh siswa yang saja ajar. 

Di larang berkata "susah", "sulit", "ga bisa", dan apapun yang pada dasarnya sebuah keluhan.

Saya akan membuat kotak keluhan di papan tulis, dan menuliskan poin bagi setiap anak yang terdengar mengucapkannya. Bila poinnya sudah mencapai 5 turus atau 5 garis, maka si anak wajib mengerjakan soal matematika bonus. 

Mereka pasti ga suka bonus yang ini, meskipun mereka suka dengan saya sebagai gurunya (GR banget haha). 

Bukan tanpa alasan peraturan ini saya berikan, tapi dengan maksud tulus dan tersistem. 

Kenyataannya, pada pekerjaan apapun ketika kita banyak menyebutkan kata sulit terhadap apa yang kita lakukan, otak akan mudah tersugesti untuk mengakui bahwa ini hal sulit dan kemudian tubuh akan terdorong untuk berat melakukan hal tersebut, ditambah emosi akan semakin negatif. 
Pada pelajaran matematika yang dulupun pernah saya hindari, saya ingin mereka terus memotivasi diri mereka sendiri bahwa apa yang mereka hadapi mampu mereka usahakan untuk selesai. Garis bawahi mampu artinya bisa. Mengganti kata sulit menjadi bisa, mudah, gampang, apapun. Meskipun mereka mengatakannya dengan nada sebal, saya lebih menyukainya begitu. Karena otak akan memprosesnya secara positif dan energi yang awalnya untuk rasa kesal, benci, dan marah akan tersalurkan menjadi energi kompetitif dan berusaha.

Dan sunnatullah dari setiap perbuatan akan kembali pada pelakunya. Maka sekarang saya harus menerapkan peraturan kelas matematika itu di kelas kehidupan saya. Dilarang berkata sulit, susah, berat, apapun kata2 negatifnya dengan apapun masalahnya. 

Motivator terbaik adalah diri kita sendiri, maka setiap motivator pasti akan memberikan dorongan positif dan kata2 positif. 

Maka pada apapun masalah, yakinlah Allah akan memampukanmu. Jika ingin Allah mampukan, maka berikhtiarlah untuk mampu yaitu dengan berhusnudzon denganNya dan berhusnudzon dengan diri kita. Bisa-bisa-bisa. 

##Setiap orang akan mendapatkan gilirannya,, maka nantikanlah giliranmu dan bersiaplah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!