Manusia Labil (Futur)
"Dunia memang tak selalu adil tapi bukan berarti tak pernah adil, begitupun kejujuran, kita memang tak selalu berbohong tapi bukan berarti kita tak pernah bohong. Entah bagaimana hidup jika isinya hanyalah kejujuran, keadilan, dan ketenangan. . . . ." -Ketika berjalan dengan redupnya pegangan, ketika kaki mulai hilang kendalinya, dan ketika bercermin pada cermin yang buram lagi retak, mungkin saat itulah kefutura n datang-. Siapa peduli saat ini kau sedang mengalami krisis ruhiyah atau tidak. Ya siapa peduli kecuali dirimu sendiri?? entah apapun alasannya, kefuturan adalah hal yang mesti cepat-cepat dihapus. Wajar, tapi tidak wajar jadinya jika terus menerus didiamkan sedangkan kita sadar. Siapa yang salah? lingkungan atau jiwa ini? kalaupun ada yang pantas disalahkan, aku rasa hanya syaiton lah yang pantas kita kambing hitamkan. Dengan begitu banyaknya kasih dan sayangNya, dengan begitu luas ampunanNya. . . . tidakkah kita seharusnya menyegarakan untuk kembali pad...