Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Belajar bersungguh-sungguh untuk dewasa dan belajar artinya memperjuangkan

Halo teman-temanku yang Allah sayangi, Assalamualaikum. Semoga hari ini adalah hari yang jauh lebih baik dari hari kemarin dan keimanan kita meningkat setiap harinya. Mungkin ini adalah tulisan pertama di bulan Februari. Semoga isi tulisan kali ini bisa lebih bermakna dan penuh dengan hikmah. Sekarang aku sudah resmi jadi mahasiswa tingkat akhir, tahun ini harus dan harus jadi tahun kelulusanku. Rasanya nano-nano banget kalo inget skripsi yang masih on going, proposal magang yang belum rampung, dan adik-adikku yang sudah beranjak dewasa. Rasanya baru kemarin lulus SNMPTN tulis dan diterima sebagai mahasiswa baru IPB jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen, eh tau-tau tahun ini udah akan masuk usia 21 tahun.

Berbisik

Jangkrik di belakang rumahku bernyanyi dengan lantang, seakan ia tau bahwa aku butuh penghibur dan begitupun suara kipas angin di kamarku, malam ini ia berbunyi berirama seakan tau bahwa hatiku harus ditenangkan. Aku merasa penat di hatiku bertambah tapi sisi hatiku yang lain berbisik ringan "tawakal lana". Ah bisikan itu sungguh membuatku merunduk malu dan dengan cepat membuatku lupapada nyanyian jangkrik dan irama kipas angin.  Dalam-dalam aku menunduk menyadari kondisi diri. Sedetik kemudian aku tersadar, meski singkat perasaanku naik turun karena situasi, tapi ini tak boleh lama karena aku harus memurnikan hatiku kembali agar aku mampu bertawakal padaNya. Hai buku, kau tau ini adalah sebuah fase yang mungkin sudah waktunya untuk dihadapi, inn adalah fase yang memaksa diri untuk dewasa. " kamu sudah dewasa loh " ~ah iya buku, umurku sudah lebih dari 20 tahun. Hai bantal, kau tau menjadi dewasa itu rupanya butuh pengalaman dan banyak belajar. ...