Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Mengenal -lebih jauh- Pengurus BIRENA 2014 dan 2015 di IYC 1436H

Hari ini adalah hari berakhirnya program kerja IYC 1436H. IYC kali ini adalah IYC ke-2 yang aku ikuti sebagai seorang panitia. IYC biasanya menjadi ajang bagi para pengurus Birena untuk saling mengenal satu sama lain baik sesama akhwat maupun akhwat-ikhwan. Saling mengenal dan memahami ini kemudian menjadi poin yang nantinya akan mensolidkan dan menguatkan komitmen tiap individunya. Berikut adalah pemaparan dari sudut pandang saya kepada para pembina yang masih aktif hingga kegiatan IYC hari ini. -sesungguhnya setiap kalian adalah inspirasi dan teladan bagi saya-

Keluarga Indahku di Kampus

Gambar
Setelah sekian lama vakum dari dunia tulis menulis ternyata hal yang kali ini aku tulis adalah seputar mereka. Mereka yang sudah aku anggap menjadi bagian dari keluarga meskipun tanpa ikatan darah. Mereka ada yang saling kenal satu sama lain, ada yang hanya sekedar tahu, ada juga yang tidak saling mengenal (belum). Meski begitu saya pribadi menyayangi mereka, tiap individunya, dengan cara berbeda. Luthfi Afriani Dialah teman seperjuangan sejak TPB hingga menjadi teman sekamarku dikostan. Saya anggap ia saudara saya dan tentu ialah saudara seiman bagi saya. banyak hal senang dan susah yang kami lalui. saking banyaknya malah cape duluan sebelum ditulis. hha. Birena Al-Hurriyyah Keluarga yang kemudian membuat saya nyaman berlama-lama dengan mereka. menikmati setiap hembusan ketaatan ketika bersama mereka. Merasakan setiap kecerian yang kemudian berisi keseriusan dalam membina. Mengecap rasa sayang antar satu dengan yang lain, tanpa  melihat angkatan, tanpa melihat jabat...

Menjadi Seperti Aku

Gambar
Terinspirasi dari drama korea yang berjudul “Producer”, itulah alasan mengapa kemudian saya menulis dengan judul seperti di atas. Ada suatu masa di mana ketika kita merenungkan diri -dengan perilaku yang sudah kita perbuat kepada orang lain yang kita ketahui dampaknya bagi diri kita sendiri dan orang lain- kita kemudian tersadar begitu banyak bentuk sikap yang kita keluarkan dengan tidak konsisten dari satu orang ke orang lain. Terasa begitu banyak cara bagi kita untuk menghadapi orang lain sehingga kemudian kita bertanya, aku yang sesungguhnya seperti apa? Begitu banyak cara yang bisa manusia lakukan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, banyak cara yang digunakan untuk menjadi fleksibel dengan berbagai jenis orang. Tanpa sadar kemudian tindak tanduk kita terlalu banyak terinterfensi oleh orang lain, terlalu banyak campur tangan orang lain yang mempengaruhi diri kita, terlalu banyak pengendalian oleh lingkungan yang membuat kekonsistenan dalam diri yang seharusnya ada m...