Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Sahabat-Sahabat Hadiah dari Allah

Menjelang maghrib waktu yang lumayan oke buat nuangin kenangan di sini. Kenangan bersama orang-orang yang membekas di hati dan ingatan. Yap inilah dia sahabat-sahabat yang pernah menuliskan cerita bersama ditiap sesi kehidupan sampai saat ini. Karena mereka dan insyaAllah karena andil-andil merekalah lana berproses jadi anak yang lebih baik. Jazakumullah sahabat. Terimakasih buat ALLAH SWT yang mengirimkan mereka buat lana.  

Today

Gambar
"Jagalah saudari seperjuanganmu, sebagaimana kamu memperjuangkan dakwah ini. Karena tanpanya, kau bukan apa-apa di dalam dakwah ini." "Peliharalah sikapmu ketika berdakwah, karena sesungguhnya dakwah adalah komunikasi, dan komunikasi seringkali dilihat dari mediumnya" "Bukankah untuk tegaknya Islam-lah kita dipertemukan?" "Indah adalah manisnya ukhuwah kita yang hanya bertuju pada satu, Allah" "Bersiaplah, dan selalu-lah untuk siap, karena kita tak pernah tau akan meninggal/ditinggalkan kapan, dan sesungguhnya itu keniscayaan yang pasti datang" -31 Oktober 2013-

DS

Gambar
Kalaupun langit kini warnanya kelabu, aku yakini bahwa itu adalah jejak kejenuhanku. Jika aku lihat langit kini membiru dan sinar mentarinya perlahan mengintip, aku yakini bahwa itu adalah kesudahan dari kejenuhan ini dan bukti bahwa aku mampu kembali untuk semangat menjemput "kalian" Kejenuhan adalah hal yg lazim, tapi fokuslah dengan cara mengakhirinya bukan dengan kejenuhannya. Aku bicara tentang dakwah sekolah, yang pernah aku jauhi, jenuhi, dan kesali. Proses, smoga ini adalah proses penguatan dalam keistiqomahan di jalan dakwah sekolah ini.  Dan aku tak pernah sampai hati untuk meninggalkan Dakwah Sekolah ini, meski pernah ada niatan untuk itu. Smoga niatan bertahan ini hanya karenaMu.  De,, aku belajar darimu. Terimakasih dan Maaf

Perilaku Konsumen

Gambar
Roxalana Fikren T I24120075                 Kuliah perilaku konsumen menjadi kuliah yang cukup menarik, banyak pembahasan terkait iklan, produsen dan tentunya konsumen. Banyaknya ilmu psikologi yang juga dipelajari di matakuliah ini menjadi nilai tambah yang membuatnya semakin menyenangkan untuk dipelajari. Pada tanggal 24 September 2013 adalah saat pertama kami, mahasiswa IKK 49, diajar oleh Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, M. Sc. Meski begitu ini bukan pertemuan pertama dalam kelas Perilaku Konsumen namun menjadi pertemuan yang ke-4.                 Pada pertemuan ke-4 ini kami membahas BAB VI dengan Judul Proses Belajar Konsumen. Menjelaskan bahwa proses belajar adalah dimana seseorang memperoleh pengetahuan dan pengalaman pembelian dan konsumsi yang akan ia terapkan pada perilaku yang terkait pada masa mendatang. Bapak j...

Pastikan Saja, Baik

Gambar
“Meratapi keadaan buruk jadi terlalu hina untuk waktu hidup yang sesaat, terlalu sia-sia untuk semua waktu mahal yang kita punya, dan terlalu menyedihkan untuk kehidupan yang mestinya bisa kita nikmati” Hari ini bukan hari yang panjang, bukan juga hari yang pendek, tapi aku berharap ini jadi hari yang berarti, bermanfaat, dan lebih mahal dari hari-hari sebelumnya.  Pohon-pohon yang rindang memang tak lagi banyak, tapi dalam keminoritasan mereka di sini mereka tetap tegap, mempertahankan kerindangannya, berjuang untuk tetap melekat pada tanah-tanah yang nutrisinya terus berkurang hari demi hari, dan orang-orang sekitarnya berharap mereka tetap ada untuk meneduhkan walaupun usia terus semakin tua dan orang-orang itu tak tahu serapuh apa pohon-pohon penuh jasa ini. Angin terus menemani pohon, siang malam, dingin dan panas. Mungkin angin tak sadar bahwa kadang mereka terlalu kencang bertiup, menyiksa sedikit demi sedikit ranting-ranting pohon yang akhi...

Apakah Aku Lupa?

Gambar
Terkadang yang kita mau itu hanya keberhasilannya, yang ada di akhir. Kita membenci awalan yang penuh liku, peluh, dan luka. Lupa bahwa kesembuhan datang karena ada kesakitan.  Kita tak tahu kenapa begini dan begitu, mencari tahu kenapa lalu akhirnnya mendapatkan jawaban atau tak mendapatkan jawaban lagi dan lagi. Lupa bahwa bisa jadi kita memang tak harus tahu, tak perlu tahu, dan mungkin berbahaya jika tahu. Ahhhh manusia Memang manusia tempatnya lupa, dan memang kita diciptakan dengan keadaan lemah. DAN lagi-lagi, kita lupa itu.

Menciptakan Ide, Dari dan Untuk Kita

Gambar
Untuk mendapatkan ide setelah lama ga nulis, tentu ga begitu mudah. *apalagi kalo abis futur. Banyak baca, browsing, banyak dzikir, banyak muhasabah, banyak ngobrol sama temen-temen yang inspiratif, bisa jadi beberapa pilihan oke buat menciptakan ide. BOLD  ya. menciptakan . Keimanan bisa naik turun, semangat nulis juga gitu. Kalo kepala lagi dipenuhi beban akademik atau organisasi, otomatis fokus untuk nulis jadi kurang. Karena secara ilmu kita biasanya bisa fokus hanya pada 2 aktivitas, itupun jarang (1 optimalnya). #kecuali kalo nulis jadi pelarian atas beban-beban itu. Gak oke sih kalo gak produktif gara-gara sok sibuk tapi lebih gak oke kalo lagi sibuk kita sok produktif, sehingga hasil tulisan kita lebih banyak no meaning atau ga jelas. kasian para pembaca kasian juga harga diri kita. Berpikir Kreatif: Kita harusnya menciptakan ide, BUKAN mendapatkan ide. kita mesti bisa yakinin diri bahwa kita mampu untuk jadi inspiratif dengan ide yang kita buat, BUKAN...

TEPAT

Menggantungkan harapan haruslah pada tempat yang tepat. TEPAT sekali lagi.  Aku beri tahu satu hal penting, kadang kita tak perlu berpikir PANTAS atau tidak, tapi TEPAT atau tidak Jika ingin berdusta maka carilah saat yang tepat, dengan cara yang tepat, intonasi yang tepat, dan gaya yang tepat.  Tapi SABR harus selalu tepat di manapun kondisi dan tempatnya, karena kita butuh sabar dan semua aspek menjadi TEPAT ngan kesabaran. Mereka ada tapi tak ada aksinya, mereka bicara tapi tak ada maknanya, mereka berpikir tapi tak ada isinya.  Kenapa? karena cara mereka tidak TEPAT Jadilah seperti seharusnya, berbicaralah seperti seharusnya, bersikaplah seperti seharusnya, berterimakasihlah seperti seharusnya. Jangan harap mendapatkan yang tepat jika kita tidak mau untuk belajar TEPAT. dalam waktu, sikap, sifat, berpikir, bicara, bertindak.

Niat Vs Nanti

Gambar
Menata kalimat dalam tulisan emang ga semudah mengucapkan dan memikirnya. jangankan nulisinnya, ngetikkinnya aja asa ga pas terus kalimatnya. Entah karena pikiran yang ga fokus, pikiran yang bercabang, atau mungkin karena niatnya ga kuat.  Nulis itu butuh niat, kemauan keras, alasan, dan tujuan. Yakinlah kalau lengkap itu bisa jadi tulisan yang pas sama kemauan. Belakang (beberapa bulan) ini sering sebenenrya untuk mulai maramaikan blog, tapi hampir semua selalu berakhir pada Draft  dan besok-besoknya data itu ga pernah di update. 

Lingkaran Kodok

Semenjak masuk kuliah kegiatan seputar tulis menulis di blog jadi makin berkurang, bahkan beberapa bulan ga sempet nulis, dengan segudang alasan akhirnya beberapa bulan terlewati tanpa postingan apapun, padahal dalam setiap bulan itu selalu ada hal menarik buat evaluasi diri dan motivasi. Kalaupun sempet nulis rasa-rasanya tulisan sekarang ga sebesar dulu-dulu bobotnya, mungkin juga karena pengaruh amalan sunnah yang ikut turun, sedih banget karena amalan sunnah banyak yang hilang. Kalo ditanya salah siapa, ya salah diri sendiri yang ga bisa melawan malas. Harusnya dengan kondisi appaun amalan sunnah yang rutin itu tetap dikerjain.  Sekarang lagi liburan semester, ga percaya kalo udah lewat aja semester 1 ini. Artinya udah lebih dari 5 bulan jadi mahasiswa. Artinya udah lebih dari 5 bulan jadi alumni rohis. ekhmm.. ngomongin rohis bikin mata jadi berkaca-kaca nih. banyak banget kenangannya, banyak banget pelajarannya, banyak banget perasaan yang hadir di sana. Kalo ngomongin ku...

Dia bilang "Terima kasih"

Dia biasanya menangis karena hal hal kecil yang orang anggap sepele, dia juga tertawa dengan hal-hal sederhana yang menurut orang lain biasa, dia juga bisa marah karena hal-hal sederhana yang tak teraba orang lain. Itulah dia. Dia biasa dibilang aneh oleh mereka, mereka sering bingung dengan sikap dan pikirannya, kadang dia tak berhasil membuat mereka paham dan kadang dia berhasil. Segelintir orang memang yang mengerti dan sealur dengannya, jadi kawan itulah dia. Mereka bilang bahagianya sederhana, dia bilang bahagia itu harus sederhana. Mengapa harus dengan yang sulit baru kita bahagia? Mereka bilang, mereka tak mengerti maunya dan ada apa dengannya, dia bilang, “lihatlah dari sudut pandangku dan kau akan mengerti”. Jika dia belum menjadi bagian darimu, kau tak akan mengerti, begitupun dia. Jika kau belum menjadi bagian darinya, kau tak akan mengerti tapi dia pastikan dia sudah mengerti. Dia adalah sedikit dari orang-orang yang menangis ketika acara-acara seminar itu mula...

Aku

Cinta bentuknya memang begitu. Hanya terlihat dengan sikap dan lisan Hanya terasa oleh hati-hati yang saling terpaut Hanya terdengar oleh mereka yang merasa Cinta itu indah Indah itu abstrak Abstrak itu,,,, Aku

Pelayar Angin

Hembusan angin mendarat tepat di kepalaku Mengelusku dengan lembut dan memejamkan mata yang lelah Aku tau ini bukan lagi saatnya Bukan lagi masanya Sudah usai jauh dari yang aku sadari Bahkan hingga kau datang kembali Hujan yang rintik bersamaan hadir dengan angin lambat lalu cepat menghujam tubuh sedikit lalu terus bertambah banyak menyiramiku Anginnya tak biasa, terus dan terus datang Melawanpun aku tak mampu Laripun tak mungkin Seandainya kau lihat aku di sini Melihatku dan merasakan apa yang aku rasa Menyambut tanganku Lalu menarikku dari tempat ini