Tak akan Habis
Malam Sabtu, seperti biasa jumat adalah hari yang tak pernah lepas dari kejadian langka dan unik. Hari ini aku teringat kembali pada masa-masa sulit itu, hari ini aku menangis lagi pada jam-jam malam yang mulai melarut.
Ketika aku ingat semua beban itu aku merasa seperti kapas seberat 10 ton yang tercelup air, entah mengapa aku tatakan semua kenangan itu seperti aku menatakkan kartu-kartu UNOku saat bermain. Tapi setelah itu aku jadi malu. Tak mungkin semua tepian pada ujung gelap itu akan kucecerkan, harus ada bagian dari diriku yang menyelesaikannya dan menenangkannya dalam tidur keabadian.
Semakin aku tutup mata ini rasanya semakin jelas rasa cinta itu, tak akan habis. semakin aku rasakan semakin banyak rasa terimakasih itu dan tak akan habis. CintaMu padaku belum bisa ku balas dengan rasa syukur yang berlimpah, aku kecewa. Maafkanlah mereka, maafkanlah diri ini. Wahai jiwaku yang sangat berharga, maafkanlah masa-masa itu dan para pelakunya, maafkanlah dirimu.
Tak habis, tak akan habis. Rinduku padaMu, rinduku padanya, rinduku pada masa-masa bersejarah itu. Kau tak akan terganti meski kini jauh, tak akan terlupa bagiku meski kau melupakannya. Tak akan habis untukku, terimakasih yang tak berujung panjangnya ini pada lingkaran yang menarikku dari gelap. Kalian mengubahku meski dengan pait dan penuh sesak aku menelannya, aku berubah. Tak apa meski levelku masih jauh di bawah kalian, tak apa. inilah jalan menuju pemahaman bagiku.
Hanya bermodalkan cinta aku datang dan semakin cinta meski kalian mengesalkan. Rabbi, jangan biarkan cinta ini habis meski jaman sudah berlalu. Jiwaku, tersenyumlah, katakan pada hari ini dan Rabbmu bahwa kau sudah terlalu mencinta, terlalu dalam meskipun harus dengan airmata kau membayarnya.
Cintaku tak akan habis
Ketika aku ingat semua beban itu aku merasa seperti kapas seberat 10 ton yang tercelup air, entah mengapa aku tatakan semua kenangan itu seperti aku menatakkan kartu-kartu UNOku saat bermain. Tapi setelah itu aku jadi malu. Tak mungkin semua tepian pada ujung gelap itu akan kucecerkan, harus ada bagian dari diriku yang menyelesaikannya dan menenangkannya dalam tidur keabadian.
Semakin aku tutup mata ini rasanya semakin jelas rasa cinta itu, tak akan habis. semakin aku rasakan semakin banyak rasa terimakasih itu dan tak akan habis. CintaMu padaku belum bisa ku balas dengan rasa syukur yang berlimpah, aku kecewa. Maafkanlah mereka, maafkanlah diri ini. Wahai jiwaku yang sangat berharga, maafkanlah masa-masa itu dan para pelakunya, maafkanlah dirimu.
Malam yang aku rindukan dengan air mata, kini aku bertemu denganmu lagi. Aku membaca tulisanmu, aku merasakan sedihnya, aku seperti mencicipi rasa rindu itu, aku ikut merindu dan aku menangis. Seperti ikut merasakan besarnya rasa kehilangan itu, di depan layar bertabur cahaya aku ikut merindu.
Aku kehilangannya sama seperti kau kehilangannya. meskipun dengan cara yang berbeda tapi aku kehilangan, kau kehilangan temanmu? aku juga. Aku kah yang salah? entahlah tapi aku merindu. Kau yang di sana, taukah kau betapa aku ingin kita kembali seperti dulu? aku merasa kau terlepas dari pelukku dan jatuh pada pelukkan yang lain, aku cemburu.
Hanya bermodalkan cinta aku datang dan semakin cinta meski kalian mengesalkan. Rabbi, jangan biarkan cinta ini habis meski jaman sudah berlalu. Jiwaku, tersenyumlah, katakan pada hari ini dan Rabbmu bahwa kau sudah terlalu mencinta, terlalu dalam meskipun harus dengan airmata kau membayarnya.
Cintaku tak akan habis
Rinduku tak akan bersisa
Untukmu aku menangis untukmu aku merayu.


Komentar