Pastikan Saja, Baik
“Meratapi keadaan buruk jadi terlalu hina untuk waktu hidup yang sesaat, terlalu sia-sia untuk semua waktu mahal yang kita punya, dan terlalu menyedihkan untuk kehidupan yang mestinya bisa kita nikmati”
Hari ini
bukan hari yang panjang, bukan juga hari yang pendek, tapi aku berharap ini
jadi hari yang berarti, bermanfaat, dan lebih mahal dari hari-hari sebelumnya.
Pohon-pohon
yang rindang memang tak lagi banyak, tapi dalam keminoritasan mereka di sini
mereka tetap tegap, mempertahankan kerindangannya, berjuang untuk tetap melekat
pada tanah-tanah yang nutrisinya terus berkurang hari demi hari, dan
orang-orang sekitarnya berharap mereka tetap ada untuk meneduhkan walaupun usia
terus semakin tua dan orang-orang itu tak tahu serapuh apa pohon-pohon penuh
jasa ini.
Angin terus
menemani pohon, siang malam, dingin dan panas. Mungkin angin tak sadar bahwa
kadang mereka terlalu kencang bertiup, menyiksa sedikit demi sedikit
ranting-ranting pohon yang akhirnya patah. Tapi pohon tahu, angin hanya bermaksud
untuk bekerjasama demi kenyaman orang-orang, menyegarkan mereka dari terik yang
menyengat. Kadang pahit, tapi bukan itu maksud mereka.
Maksud
mereka baik, walau kadang menyakiti, bisa jadi mereka tak sadar, tak tahu,
karena kita yang tak bicara, hingga mereka tak tahu di mana salahnya.
Tersenyumlah,
walau mungkin artinya bukan bahagia, tersenyumlah walau mungkin sakit yang kau
rasa. Tersenyumlah, pastikan mereka hanya merasakan baik, baik, baik. Kau
baik-baik saja. ^w^

Komentar