Ternyata, Aku. . . .
Setelah sekian malam aku lalui tanpa melihat ke arah lalu, kini aku kembali mengingatnya, persis dengan setiap gerakan juga ucapan. Hari ini bukan saatnya untuk OL (sebenarnya) tapi siapa yang bisa menahan tangan ini. Walaupun keringat dari telapak tangan dan kaki sudah membanjir. Banyak sekali pikiran yang menari-nari liar saat ini, dari cabang yang berbeda dari masa yang berbeda, dari cara yang berbeda.SNMPTN 2012 tinggal menghitung hari, tak sampailah seminggu. SNMPTN bahkan belum berlalu tapi mempersiapkan rencana cadangan ternyata sesuatu yang penting. Mulai dari beasiswa D3 di jepang, UTM, SMUP, UM Unsoed. Kata Ziah gw maruk, kata pikiran gw, gw terlalu takut, dan kata hati gw, "siapa yang tau di mana rezekimu?" Rasanya menancap.
Disela-sela pikiran serius yang berliku dan bersudut runcing, adalagi pikiran yang membawaku pada jalan lain. HAURA. Rinduku pada kelengkapan itu sudah seperti air dalam gelas yang meleber jatuh ke lantai saking penuhnya. Salsa sebentar lagi pulang, rasanya bahagia jika membayangkan kemesraan akan ramai dan lengkapnya kita lagi. Setelah 1 tahun itu, ternyata.....
Di jalan lain dalam pikiran. udah 17 tahun 10 hari umur gw sekarang dan KTPnya belum juga jadi. Alhamdulillah 17 tahunnya jadi spesial banget dengan hadiah dari ISY. Buku "Terapi Berpikir Positif" jadi hadiah paling T.O.P banget,, bahkan sampai hari ini belum beres baca tapi luar biasa banget isinya, bingkai foto dengan kenangan awal masuk ISY sampai sekarang juga bikin terharu, pesan-pesan dari temen-temen ISY bikin berlinang, Makasih Akhi wa Ukhti. Kerudung dari teh Fitri juga cantik banget + bukunya yang lucu.
Oh iya ada satu hal lucu dan rasa-rasanya memang rencana Allah SWT banget, entah mengapa tempat tes SNMPTN gw banyak di tempati anak" SMAN6, bahkan Ziah juga di tempat yang sama sama gw. Ko bisa?
Trus jadi inget tanggal 2 Juni kemaren, Pernikahan teh Fera. Karena permintaan untuk jadi fotografer dari pihak ROHIS (atau ILMA yah??) akhirnya gw dateng dengan membawa kamera ajaib yang selama ini selalu bersama dalm setiap tugas dan acara. Entah kenapa, sama tangan gw, rasanya dingin banget pas pengantin pria dateng, yang nikah siapa yang dag-dig-dug siapa. Ma'lum lah mungkin karena pertama kalinya jadi undangan pernikhan secara personal (buat gw) bukan atas nama keluarga.
Balik kepikiran saat ini. Keluarga bilang gw ga boleh stress, jalani aja semuanya dan ga usah tertekan. Tapi bukankah kekhawatiran itu adalah sebuah kewajaran. Waktu milih jurusan dipendaftaran SNMPTN rasanya bingung banget buat nentuin yang ke 2. Pada akhirnya Allah mengarahkan mulut ini untuk tetap memilih IPB dengan jurusan Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Ada temen yang bilang itu pilihan yang ga tepat banget, karena pilihan ke 2 nya lebih sulit. Menurut gw dua"nya sama" impossible kalo ga pake campur tangan Allah SWT. Gw selalu mengutamakan IPB bukan karena Abi di sana, bukan karena deket rumah, bukan karena nyaman di Bogor, bukan karena sesuatu yang "murahan". Rasanya terharu banget dan terkesan banget dengan cerita orang" yang kuliah di IPB dengan kesederhanaan dan perjuangannya, dengan tanggung jawabnya, dengan kerja kerasnya, dengan kesusahpayahannya, dan tentu saja dengan kesuksesannya.
Salah satu dari banyak hal yang membuat mulut ini sering menjawab IPB ketika ditanya adalah keinginan kuat untuk menulis dan menata perjalan hidup sesungguhnya, untuk maju, untuk jadi insan yang luar biasa. Memang cuma Allah SWT yang akan menjatuhkan takdirNya, makanya itu beberapa kali terucap untuk dikuatkan dan disiapkan secara mental atas APAPUN takdir yang Dia kasih buat gw nanti. Ikhtiar Langit lebih maksimal dari ikhtiar Nyata walaupun bukan berarti ikhtiar nyatanya dikit. Pernah beberapa saat yang lalu pengen banget banget buat ga ngelakuin apa-apa seharian, seperti terlampau banyak Gula yang dimasuki dalam air hingga akhirnya jenuh tak terkira. Tapi ga lama sadar bahwa (lagi-lagi) waktu ga pernah nungguin sifat gw yang kayak gini. Abis itu gw inget sebuah kalimat yang meninju jantung (lebay) :
"Kita adalah apa yang kita pikirkan, kita hari ini adalah keputusan kita di hari kemarin"
Perlahan tapi pasti, akhirnya sampai saat ini gw udah belajar banyak hal penting. Sebulan penuh arti yang ternyata membuat perubahan penting buat gw, dunia yang hari ini gw liat belum seluas dunia sebenarnya, orang-orangnya, sifat-sifatnya, pemikirannya. Dunia itu cuma sesempit daun kelor, maka bogor cuma sehelai daun semanggi luasnya. Tapi satu lagi kalimat yang jadi pengingat:
"Dunia itu akan seperti apa yang kau pikirkan, jika kau berpikir bahwa sekelilingmu membuatmu tertekan maka alam dan seluruhnya akan mendukung presepsimu, tapi jika kau berpikir bahwa dunia begitu menyenangkan dan selalu membawa ilmu baru, maka alam dan seluruhnya akan mendukung presepsimu. Jadi mana yang kau pilih?"To be continue. . . . . . .

Komentar