Taukah kamu?


Ini adalah cerita seorang sahabat dekat. Yang aku semogakan ia menikah tahun depan, tahun ini malah, semoga. Dia adalah seorang yang tangguh dengan kehidupannya. Berjuang keras untuk membalas pengkerdilan yang ia dapatkan. Membuktikan bahwa ia mampu. Kini aku melihat kesuksesannya untuk membuktikan semua yang ia gagali di masa silam.

Terucap dari dirinya, sebuah kata yang bersimbolkan ketidakpercayaan diri. Sama seperti bagaimana kadang aku memandang diriku yang remah-remah ini. Calonnya adalah seseorang yang sangat cerdas, IPK nyaris summa cummelaude ketika lulus dari ITB Teknik Elektro. Kini diterima di 3 univ di luar negeri untuk sekolah lagi namun kemudian  menolak demi membersamai sahabatku di masa datang. Namun, begitulah ia, berucap padaku di chat personal sambil kubayangkan ia berkaca-kaca. Ia merasa kecil untuk diperjuangkan sebesar itu.

Aku turut bahagia dengan rencana-rencana besar yang sudah ia susun, meski sebal terkadang dengan keras kepalanya yang berkali lipat dariku. Aku turut mengaminkan cita-citanya sembari berharap segala kebaikan baginya. Dari ceritanya, aku berpikir dan ikut termenung. Pada diriku yang segala sudut ceritanya serba biasa, adakah nanti yang turut memperjuangkanku sebesar itu? Meski sungguh tak ada istimewa yang mungkin bisa aku suguhkan.

Sahabatku, teruntuk engkau yang senantiasa saling menjaga. Teruntuk dirimu yang kusadari bersama kita mendewasa. Berjuang dengan gigih, membalas air mata yang jatuh dengan ketekunan. Seseorang yang berusaha selalu sehat dan melawan sakit dengan fokus dan tekun. Jadilah selalu pribadi yang semakin indah pada setiap langkah yang kamu pilih. Semoga Allah senantiasa mendengar dan mengabulkan do’a - do’a yang padanya terlantun kebaikan bagimu di dunia dan akhirat.

Komentar

Unknown mengatakan…
Ahhhh....ini keren bangettt...ngena euii

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!