Postingan

Selesaikan Pikiran Terdekatmu

Shera adalah seorang anak gadis. Setidaknya bagi ayah dan bundanya. Ia adalah seorang perempuan yang berada pada tahapan usia dewasa awal. Ia baru saja memulai kehidupan yang sesungguhnya, belajar meninggalkan kelabilan, belajar konsisten dengan pilihan-pilihan yang ia buat untuk dirinya, belajar untuk memikirkan segalanya sebelum memutuskan sesuatu, belajar berkompetisi dengan banyak pihak, belajar meninggalkan pikiran pesimis dan melangkah maju. Shera, dia hanyalah seorang gadis biasa, orang dewasa yang baru saja masuk fase dewasa tanpa prestasi wah. Ia memiliki banyak kenalan, banyak teman, dan beberapa sahabat setia. Ia memiliki guru di setiap sudut tempat yang ia kunjungi dan ia hobi tersenyum, bercerita, dan mendengarkan cerita.

Belajar untuk memperjuangkan

Pernah gak sih lu ngerasain yang namanya berantem sama diri sendiri? Jawab-jawaban sama diri sendiri dan membenarkan sekaligus menyalahkan dalam satu waktu yang sama? Stoooopp jangan buru-buru menganggap bahwa lu punya kepribadian ganda, karena bisa jadi sebenernya itu cuma suara hati dan suara pikiran lu yang berusaha memenangkan argumen.

Belajar bersungguh-sungguh untuk dewasa dan belajar artinya memperjuangkan

Halo teman-temanku yang Allah sayangi, Assalamualaikum. Semoga hari ini adalah hari yang jauh lebih baik dari hari kemarin dan keimanan kita meningkat setiap harinya. Mungkin ini adalah tulisan pertama di bulan Februari. Semoga isi tulisan kali ini bisa lebih bermakna dan penuh dengan hikmah. Sekarang aku sudah resmi jadi mahasiswa tingkat akhir, tahun ini harus dan harus jadi tahun kelulusanku. Rasanya nano-nano banget kalo inget skripsi yang masih on going, proposal magang yang belum rampung, dan adik-adikku yang sudah beranjak dewasa. Rasanya baru kemarin lulus SNMPTN tulis dan diterima sebagai mahasiswa baru IPB jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen, eh tau-tau tahun ini udah akan masuk usia 21 tahun.

Berbisik

Jangkrik di belakang rumahku bernyanyi dengan lantang, seakan ia tau bahwa aku butuh penghibur dan begitupun suara kipas angin di kamarku, malam ini ia berbunyi berirama seakan tau bahwa hatiku harus ditenangkan. Aku merasa penat di hatiku bertambah tapi sisi hatiku yang lain berbisik ringan "tawakal lana". Ah bisikan itu sungguh membuatku merunduk malu dan dengan cepat membuatku lupapada nyanyian jangkrik dan irama kipas angin.  Dalam-dalam aku menunduk menyadari kondisi diri. Sedetik kemudian aku tersadar, meski singkat perasaanku naik turun karena situasi, tapi ini tak boleh lama karena aku harus memurnikan hatiku kembali agar aku mampu bertawakal padaNya. Hai buku, kau tau ini adalah sebuah fase yang mungkin sudah waktunya untuk dihadapi, inn adalah fase yang memaksa diri untuk dewasa. " kamu sudah dewasa loh " ~ah iya buku, umurku sudah lebih dari 20 tahun. Hai bantal, kau tau menjadi dewasa itu rupanya butuh pengalaman dan banyak belajar. ...

Yang Berganti dalam Nada yang Sama

Harusnya aku mampu sampai semua ini sungguh berakhir, harusnya semua ini baik-baik saja. Begitulah aku berandai-andai. Aku pikir bertahun-tahun dalam nada yang sama akan cukup membuatku resisten. Pikirku.. Entah bagaimana akhirnya aku malah berjalan pada takdir ini. Takdir yang membuat apa yang aku pikir aman menjadi ancaman Rasanya jauh lebih aneh dari takdir yang lalu-lalu, karena bukan sekedar jadi tak nyaman tapi aku jadi banyak bersedih. Kalut dalam-dalam karena khawatir Rabbku cemburu Aku meyakini bahwa menahan diri, menahan hati, menahan lisan, menahan pikiran, menahan mata, kini adalah kemuliaan yang harus aku pelihara. Di dalam yang terdalam aku tengok sang Malu, ialah harta paling berharganya wanita yang kini harus aku jaga sungguh-sungguh. Andai memang ini adalah ketentuanNya dan bukan permainan syaitan, maka kemulian ini layak sampai pada hakikatnya. Bila ini adalah permainan syaitan, maka sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sa...

Buat kamu *eaa #skip

Memilih pasangan itu bukan seperti memilih barang, yang mahal sekalipun , tidak. Karena memilih pasangan itu adalah memilih seseorang yang akan bersama kita hingga maut memisahkan, memilih seseorang yang mau memantaskan diri seumur hidupnya untuk kita dan kita pun mau memantaskan diri seumur hidup untuknya, memilih seseorang yang mau mendengarkan dan kitapun mau mendengarkannya, memilih seseorang yang karenanya ketaatan kita pada Allah bertambah dan ketaatannya kepada Allah pun bertambah. Bahkan untuk memilih pasangan, kita membutuhkan ilmu dan pemahaman yang memadai. Bukan sekedar ilmu persiapannya tapi juga ilmu ketika menjalaninya. Ilmu tentang akad yang membuat kita menyegerakan ketika tiada halangan hingga ilmu talak yang dengannya harus kita hindari. Note: Tulisan ini saya buat dalam rangka memberhentikan sementara obrolan soal Jodoh bagi diri saya sendiri yang akan dimulai besok. Why? Karena sungguh, obrolan yang semakin menjadi di semester 7 ini menyita pikiran dan waktu, ...

Begitulah...

Selalu ada sesuatu dalam diri seseorang yang membuat dia pantas untuk dirindukan meskipun begitu banyak kekesalan dan kekecewaan yang ia timpakan pada kita. Selalu ada sesuatu yang membuat seseorang pantas kita sayangi sekalipun kesalahannya seringkali membuat kita marah bahkan yg bersangkutan tak menyadarinya. Selalu ada sesuatu yang mampu membuat seseorang menjadi gagah berdiri tegap, siap menghalau segala kemungkinan terburuk, meski sebelumnya ia lembek dan payah.