Begitulah...
Selalu ada sesuatu
dalam diri seseorang yang membuat dia pantas untuk dirindukan meskipun begitu
banyak kekesalan dan kekecewaan yang ia timpakan pada kita. Selalu ada sesuatu
yang membuat seseorang pantas kita sayangi sekalipun kesalahannya seringkali
membuat kita marah bahkan yg bersangkutan tak menyadarinya. Selalu ada sesuatu
yang mampu membuat seseorang menjadi gagah berdiri tegap, siap menghalau segala
kemungkinan terburuk, meski sebelumnya ia lembek dan payah.
Dan kemudian,
begitulah Allah menciptakan manusia, sempurna, tanpa cacat, kompleks penuh
keindahan, berkilau dalam kegelapan jika saja sang hamba sadar betapa sempurnanya ia sebagai
ciptaan Rabbnya.
Kemudian dalam linang
air mata, nafsu kebencian, dendam, kekecewaan tak berujung manusia mengabaikan
kesempurnaan dalam dirinya. Membiarkan nafsu menyeretnya dan membuatnya hanya
melihat kesusahan. Ahh, manusia.
Memang pada akhirnya
rasa syukur, tawadhu, dan sabar menjadi kunci untuk memahami kesempurnaan diri
yang Allah pahatkan pada kita. Seandainya kita terus menggunakan ke-3 kunci ini
dalam segala situasi dan kemudian dilandasi keimanan, sungguh tak perlu lagi
ada kesalahpahaman antara kita, tak perlu lagi ada penyakit hati di hati kita,
tak perlu lagi kita menguras tenaga hanya untuk kesal, kecewa, dan marah.
Dan kemudian,
begitulah manusia Allah ciptakan. Keniscayaan akan kekhilafan tetap menempel
padanya. Dan itulah pembeda kita dengan malaikat. Kemudian,, marilah kita terus
belajar untuk memahami, lagi dan lagi.
Komentar