Buat kamu *eaa #skip
Memilih
pasangan itu bukan seperti memilih barang, yang
mahal sekalipun, tidak. Karena memilih pasangan itu adalah memilih
seseorang yang akan bersama kita hingga maut memisahkan, memilih seseorang yang
mau memantaskan diri seumur hidupnya untuk kita dan kita pun mau memantaskan
diri seumur hidup untuknya, memilih seseorang yang mau mendengarkan dan kitapun
mau mendengarkannya, memilih seseorang yang karenanya ketaatan kita pada Allah
bertambah dan ketaatannya kepada Allah pun bertambah. Bahkan untuk memilih
pasangan, kita membutuhkan ilmu dan pemahaman yang memadai. Bukan sekedar ilmu
persiapannya tapi juga ilmu ketika menjalaninya. Ilmu tentang akad yang membuat
kita menyegerakan ketika tiada halangan hingga ilmu talak yang dengannya harus
kita hindari.
Note:
Tulisan ini saya buat dalam rangka
memberhentikan sementara obrolan soal Jodoh bagi diri saya sendiri yang akan
dimulai besok. Why? Karena sungguh, obrolan yang semakin menjadi di semester 7 ini menyita pikiran dan waktu, sedangkan saya membutuhkan banyak ruang di
pikiran dan hati untuk penelitian S1. Mulut ini mungkin akan banyak terbungkam
untuk percakapan soal engkau -seseorang di sana-, tapi tak apa bila telinga
yang banyak mendengar obrolan tentang ilmu-ilmu untuk kita bertemu #plak
Maka
teruntuk pasanganku yang sudah Allah siapkan sejak ruh-ku ditiupkan ketika aku berada di kandungan. Aku yakini bahwa kita akan bertemu dan bersatu dengan cara
yang baik. Entah bagaimana caranya Allah mengantarkanku padamu dan
mengantarkanmu padaku, semoga dengan cara yang di ridhoiNya kita dipertemukan.
Komentar