Memahami Kesederhanaan
Angin malam berhembus pelan. Cukup untuk menusukku hingga ketulang. Aku mencoba meraba hujan yang mulai turun malam ini. Rasanya dingin, bahkan hingga ke hatiku. Mungkin memahami semuanya hanya cukup dengan kesederhanaan, sesederhana ketika aku menyentuh hujan. Bahkan Sang Pencipta telah memberikan segala jawaban pada surat cinta yang Ia kirimkan. Betapa sederhananya ketika aku baca jawabanMu. Kesederhanaan itu membuatku berpikir dalam. Memampukan air mata yang sejak lama bergantung saja di mata terjatuh ikhlas.