Postingan

Memahami Kesederhanaan

Gambar
Angin malam berhembus pelan. Cukup untuk menusukku hingga ketulang. Aku mencoba meraba hujan yang mulai turun malam ini. Rasanya dingin, bahkan hingga ke hatiku. Mungkin memahami semuanya hanya cukup dengan kesederhanaan, sesederhana ketika aku menyentuh hujan. Bahkan Sang Pencipta telah memberikan segala jawaban pada surat cinta yang Ia kirimkan. Betapa sederhananya ketika aku baca jawabanMu. Kesederhanaan itu membuatku berpikir dalam. Memampukan air mata yang sejak lama bergantung saja di mata terjatuh ikhlas.

FYI (spesial for reader)

Haloo Assalamualaikum para pembaca sekalian, apa kabar? semoga selalu berada dalam rasa syukur yang dalam bagaimanapun kondisi kalian yaa. Udaha baca beberapa cerpen yang aku tulis? haha keliatan banget ga biasa nulis cerpen ya. Paadahal dulu SMA pernah ngegarap novel yang sampe sekarang ga beres. maklum lah jari-jari terbiasa nulis opini-opini di blog ini. Trus ngapain sok-sok nulis cerpen? em,,,, kenapa ya? gada apa-apa sih, karena kepengen aja. kalau pun ada alasan khusus mungkin karena banyak pikiran yang muter-muter di kepala ya. hahaha Jadi itu cerpen mau soal si Shera terus? nah, entah ya... mungkin iya mungkin ga. tergantung mood.  Sekarang tuh lagi masa-masa berat sebenernya. dibilang sibuk, tapi hampir tiap hari main (lokasi pengambilan data selalu deket pusat perbelanjaan), tapi dibilang santai, ga bisa juga soalnya udah ga ada hari libur lagi sampai ketemu tanggal sidang hasil dan keluar dari ruang sidang. Hari minggu aja kita (tim) tetep ke lapang buat a...

Selesaikan Pikiran Terdekatmu

Shera adalah seorang anak gadis. Setidaknya bagi ayah dan bundanya. Ia adalah seorang perempuan yang berada pada tahapan usia dewasa awal. Ia baru saja memulai kehidupan yang sesungguhnya, belajar meninggalkan kelabilan, belajar konsisten dengan pilihan-pilihan yang ia buat untuk dirinya, belajar untuk memikirkan segalanya sebelum memutuskan sesuatu, belajar berkompetisi dengan banyak pihak, belajar meninggalkan pikiran pesimis dan melangkah maju. Shera, dia hanyalah seorang gadis biasa, orang dewasa yang baru saja masuk fase dewasa tanpa prestasi wah. Ia memiliki banyak kenalan, banyak teman, dan beberapa sahabat setia. Ia memiliki guru di setiap sudut tempat yang ia kunjungi dan ia hobi tersenyum, bercerita, dan mendengarkan cerita.

Belajar untuk memperjuangkan

Pernah gak sih lu ngerasain yang namanya berantem sama diri sendiri? Jawab-jawaban sama diri sendiri dan membenarkan sekaligus menyalahkan dalam satu waktu yang sama? Stoooopp jangan buru-buru menganggap bahwa lu punya kepribadian ganda, karena bisa jadi sebenernya itu cuma suara hati dan suara pikiran lu yang berusaha memenangkan argumen.

Belajar bersungguh-sungguh untuk dewasa dan belajar artinya memperjuangkan

Halo teman-temanku yang Allah sayangi, Assalamualaikum. Semoga hari ini adalah hari yang jauh lebih baik dari hari kemarin dan keimanan kita meningkat setiap harinya. Mungkin ini adalah tulisan pertama di bulan Februari. Semoga isi tulisan kali ini bisa lebih bermakna dan penuh dengan hikmah. Sekarang aku sudah resmi jadi mahasiswa tingkat akhir, tahun ini harus dan harus jadi tahun kelulusanku. Rasanya nano-nano banget kalo inget skripsi yang masih on going, proposal magang yang belum rampung, dan adik-adikku yang sudah beranjak dewasa. Rasanya baru kemarin lulus SNMPTN tulis dan diterima sebagai mahasiswa baru IPB jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen, eh tau-tau tahun ini udah akan masuk usia 21 tahun.

Berbisik

Jangkrik di belakang rumahku bernyanyi dengan lantang, seakan ia tau bahwa aku butuh penghibur dan begitupun suara kipas angin di kamarku, malam ini ia berbunyi berirama seakan tau bahwa hatiku harus ditenangkan. Aku merasa penat di hatiku bertambah tapi sisi hatiku yang lain berbisik ringan "tawakal lana". Ah bisikan itu sungguh membuatku merunduk malu dan dengan cepat membuatku lupapada nyanyian jangkrik dan irama kipas angin.  Dalam-dalam aku menunduk menyadari kondisi diri. Sedetik kemudian aku tersadar, meski singkat perasaanku naik turun karena situasi, tapi ini tak boleh lama karena aku harus memurnikan hatiku kembali agar aku mampu bertawakal padaNya. Hai buku, kau tau ini adalah sebuah fase yang mungkin sudah waktunya untuk dihadapi, inn adalah fase yang memaksa diri untuk dewasa. " kamu sudah dewasa loh " ~ah iya buku, umurku sudah lebih dari 20 tahun. Hai bantal, kau tau menjadi dewasa itu rupanya butuh pengalaman dan banyak belajar. ...

Yang Berganti dalam Nada yang Sama

Harusnya aku mampu sampai semua ini sungguh berakhir, harusnya semua ini baik-baik saja. Begitulah aku berandai-andai. Aku pikir bertahun-tahun dalam nada yang sama akan cukup membuatku resisten. Pikirku.. Entah bagaimana akhirnya aku malah berjalan pada takdir ini. Takdir yang membuat apa yang aku pikir aman menjadi ancaman Rasanya jauh lebih aneh dari takdir yang lalu-lalu, karena bukan sekedar jadi tak nyaman tapi aku jadi banyak bersedih. Kalut dalam-dalam karena khawatir Rabbku cemburu Aku meyakini bahwa menahan diri, menahan hati, menahan lisan, menahan pikiran, menahan mata, kini adalah kemuliaan yang harus aku pelihara. Di dalam yang terdalam aku tengok sang Malu, ialah harta paling berharganya wanita yang kini harus aku jaga sungguh-sungguh. Andai memang ini adalah ketentuanNya dan bukan permainan syaitan, maka kemulian ini layak sampai pada hakikatnya. Bila ini adalah permainan syaitan, maka sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sa...