Postingan

Begitulah...

Selalu ada sesuatu dalam diri seseorang yang membuat dia pantas untuk dirindukan meskipun begitu banyak kekesalan dan kekecewaan yang ia timpakan pada kita. Selalu ada sesuatu yang membuat seseorang pantas kita sayangi sekalipun kesalahannya seringkali membuat kita marah bahkan yg bersangkutan tak menyadarinya. Selalu ada sesuatu yang mampu membuat seseorang menjadi gagah berdiri tegap, siap menghalau segala kemungkinan terburuk, meski sebelumnya ia lembek dan payah.

Tak apa

Tersenyum, tersenyum saja. Tak apa, meski yang melihat hanya pantulan dirimu, itu tak apa. Tersenyumlah, lihat bagaimana indahmu ketika kau tersenyum. Tak apa, tak apa jika yang lain tak paham. Mungkin memang begini jalannya. Meski ku yakini selalu ada maksud dari sebuah pertemuan. Tersenyumlah, mudah-mudahan hatimu segera menyusul untuk tersenyum. Tak apa, tak apa bila agak berat. Tersenyum saja. :)

Berlari mengejarmu/Mu?!

Untuk postingan malam ini, sejujurnya saya tulis dalm kondisi padat merayapnya tugas. Hari ini adalah sabtu penuh cerita. bukan karena sekedar ada moment "something" di pagi harinya, tapi karena memang banyak cerita sampai ke malam harinya. Selama seminggu ini sejujurnya banyak sekali hal yang dipikirkan, direnungkan, disesalkan, dan yaaaaa,, katakan saja minggu ini adalah minggu goyah. Beberapa hari yang lalu aku tersadar bahwa aku rasanya telah jauh dariMu. Mengenang betapa setiap amalan ibadah yang aku lakukan rasanya agak sedikit hambar walaupun akhirnya beberapa hari yang lalu berhasil bergetar hati ketika namaMu terlantun ditelinga dan meleleh air mata ketika mengingat misi seorang khalifah di muka bumi.

Melihatmu

Kemarin aku bekukan pintu jalanmu. Ku tinggalkan, sungguh ku tinggalkan pintu itu dalam keheningan, kebekuan, dan debu. Tak pernah terpikirkan untuk suatu saat nanti aku sentuh. Hingga kemudian matahari terbit pada sisimu, mencairkan kebekuan pada pintu jalanmu. Entah atas alasan apa kubiarkan matahari mencairkan beku pada pintu itu.  Debu di pintu itu perlahan sirna oleh luberan air, perlahan beku itu mencair, membersihkan dengan sendirinya pintu yang kutinggalkan beku dan berdebu. Kini pintu itu tak lagi beku, tak lagi berdebu. Kemudian aku tersadar bahwa pintu itu siap terbuka, tapi aku masih membiarkannya dalam keheningan. Sadar tapi tak ingin, melihatmu datang dri pintu itu kini menjadi hal yg mungkin.  Entah kemudian apa yg membawaku berjalan menuju pintu jalanmu. Memberikan sedikit suara dan tak lagi membiarkannya dalam kehening. Pintu itu kini bersinar oleh pantulan matahari, berkilau oleh embun2 harapan. Meski tak kupahami betul apakah takdir yang akan datang...

Belajar untuk menegur

Ketika seseorang berusaha belajar akan sesuatu kita sebagai orang yang sudah lebih dahulu belajar dan kemudian paham haruslah mengetahui seberapa besar usahanya untuk belajar. Hindarilah menyalahkan apa yang ia pelajari dengan serta merta apalagi dihadapan orang banyak, hindari juga menyalahkan dengan kalimat tidak berperasaan, tapi tegurlah dengan lembut bila perlu gunakan kalimat tanya. Begitulah caranya kita meluruskan suatu hasil pembelajaran agar hati orang yang kita tegur tidak terlukai atau paling tidak ia tidak merasa sia-sia sudah belajar.

Ketika momen-momen itu tiba.

Sebagai seorang manusia dalam usia dewasa awal, maka terasa wajar apabila begitu serius membicarakan masa depan. Keseriusan akan obrolan ini semakin terasa hangat apabila dikerucutkan dalam topic pasangan masa depan. Mari kita kutip satu bait sebuah lagu tulisan kang abay “Namamu rahasia, tapi kau ada di masa depanku”.  Ah, kalimat itu memberikan suatu kepastian yang tidak pasti bukan? Membicarakan perasaan cinta kemudian tidak akan terasa membosankan apabila yang berbicara dan yang mendengarkan sedang mengetahui rasanya. Perasaan yang berbagai macam jadi satu, senang, gelisah, khawatir, itulah bagaimana aku mendeskripsikan rasanya. 

Mengenal -lebih jauh- Pengurus BIRENA 2014 dan 2015 di IYC 1436H

Hari ini adalah hari berakhirnya program kerja IYC 1436H. IYC kali ini adalah IYC ke-2 yang aku ikuti sebagai seorang panitia. IYC biasanya menjadi ajang bagi para pengurus Birena untuk saling mengenal satu sama lain baik sesama akhwat maupun akhwat-ikhwan. Saling mengenal dan memahami ini kemudian menjadi poin yang nantinya akan mensolidkan dan menguatkan komitmen tiap individunya. Berikut adalah pemaparan dari sudut pandang saya kepada para pembina yang masih aktif hingga kegiatan IYC hari ini. -sesungguhnya setiap kalian adalah inspirasi dan teladan bagi saya-