Pelayar Angin

Hembusan angin mendarat tepat di kepalaku
Mengelusku dengan lembut dan memejamkan mata yang lelah
Aku tau ini bukan lagi saatnya
Bukan lagi masanya
Sudah usai jauh dari yang aku sadari
Bahkan hingga kau datang kembali

Hujan yang rintik bersamaan hadir dengan angin
lambat lalu cepat menghujam tubuh
sedikit lalu terus bertambah banyak menyiramiku
Anginnya tak biasa, terus dan terus datang
Melawanpun aku tak mampu
Laripun tak mungkin

Seandainya kau lihat aku di sini
Melihatku dan merasakan apa yang aku rasa
Menyambut tanganku
Lalu menarikku dari tempat ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!