Postingan

Datang dari mana?

Apa hal yang paling sulit kita sampaikan saat ini? Permintaan maaf dari rasa bersalah? Rasa keberatan ? Menyampaikan rasa bangga pada anak? Menyampaikan selamat pada lawan? Hmm, setiap orang mungkin berbeda2 ya kesulitannya.  Setiap perasaan biasanya datang dari sebuah alasan atau kejadian. Dan, setiap perasaan selalu datang karena izin Allah meskipun bisa juga semua perasaan itu datang dari nafsu belaka saja. Termasuk perasaan kagum dan suka.  Jika perasaan marah datang dari Allah, maka tentu kemarahan itu datang karena hal2 yang tidak Allah sukai. Karena jika kita marah karena kesuksesan orang lain atau sikap orang lain yang sekedar tidak sesuai harapan kita, maka mungkin datangnya dari nafsu saja.  Jika perasaan sedih datang karena melihat sesama muslim terjerumus maksiat atau karena melihat ciptaan Allah teraniaya tangan-tangan manusia. InsyaaAllah datangnya dari Allah. Tapi jika sedih karena artis favorit kita gagal datang konser. Sedih ...

Depends on the way you do

Assalamualaikum teman2. Ini adalah tulisan yang saya publish untuk pertama kalinya di tahun ini. Semoga banyak manfaat yang bisa didapatkan~  Cara kita berpikir dan bertindak adalah salah satu alasan tercapai atau tidaknya tujuan kita. Dalam sudut pandang saya, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama. Kalian mungkin setuju bahwa ada cara yang akan membuat kita meraih tujuan kita dan ada yang tidak. Pada sudut pandang tauhid, ini semua adalah persoalan Takdir. 

Menjadi Orang Tua

Gambar
Aku mungkin belum menjadi orang tua bagi seorang anak hari ini. Tapi dulu aku adalah seorang anak.  Ada sebuah pesan yang dengan tulus ingin saya sampaikan kepada para orang tua muda. Dan tentunya juga untuk diri saya sendiri.  Menjadi orang tua baru dengan seorang anak pastilah hal baru yang membawa tantangan bagi pasangan baru.  Namun, sesulit apapun kondisi hidup kalian pada masa-masa awal pernikahan dengan seorang anak di pangkuan kalian, utamakanlah mereka.  Jangan korbankan masa kecil mereka untuk sebuah pikiran "ketika semua sudah lebih baik aku akan membayar semuanya pada anak-anak",  karena itu akan terlalu terlambat. Masa kecil mereka mungkin sudah berlalu dengan banyak luka. Masa di mana perhatian dan sayang orang tua sangat dibutuhkan sudah berlalu. Ketika menyadarinya nanti, mungkin hanya akan tertinggal sesal yang tak akan hilang hingga mata kalian melihat mereka dewasa. 

Tersenyum

Memang, ada beberapa hal yang kita pikir sudah tidak lagi mengganggu jalannya kehidupan kita. Tapi ketika terkenang sedikit, rupanya tetap ada ibarat baju putih yang terkena luntur. Meski seperti hilang, sebenarnya ada berbayang. Tapi, hidup kita bukan untuk menyesali yang tak hilang berbayang itu kan? Tersenyumlah pada bayangan sendiri dan katakan pada mata yang menatap kuat itu, "biar saja berlalu dan ikhlas pada cerita ini. Sudah takdirnya berliku, yang datang dan pergi, yang mengejar lalu sembunyi, yang padanya tatapan tak terlepas namun tak kunjung menyapa". Obrolan malam itu membuatku sadar bahwa ternyata sudah banyak kerikil, dan karang yang berlalu. Tersenyumlah, siapa peduli jika esok kembali tersandung batu. Kita hanya perlu berdiri dan kembali berjalan. Jika menurutNya beginilah jalan terbaik menuju sungai telaga, apakah pantas untuk tidak percaya?

Tanyakanlah

Malam, kenapa ya? Padamu ada bintang yang kecilnya sebesar titik hitam di bukuku... tapi terang sekali. Indah seperti kilauan mentari yang memantul di cerminku. Tau tidak? Sepi itu adalah jarak. Antara aku dan bintang ada sepi. Karena kita berjarak. Tapi aku bisa melihat bintang. Meskipun sepi. Penasaran tidak? Aku iya. Menunggu sampai tidak sepi. Tau kan maksudku? Tapi, kata panutanku, sabar tak berbatas. Aku jadi malu untuk merengek, walaupun sambil nangis sih. Malam, sekarang aku tau. Kamu tidak abu, buktinya waktu ke Jepara dan Sumatera Barat kamu gelap. Hitam. Mungkinkah karena Depok masih bersedih, dia jadi kelabu? Atau bukan? Malam, lain kali kita bicara ya. Tanyakan saja apapun... aku suka..

Angkasa

Tinggi. Mungkin itu adalah deskripsi yang sesuai untukmu. Aku bisa menatapmu dengan tatapan yang sendu sambil kemudian tersadar rintik hujan membasahi. Kamu, indah kala mentari terbit dan tenggelam. Cerah kala siang menyongsong. Mengingatkanku bahwa bahagia itu ada. Rintik yang membasahiku kala tatapan sendu memandang langitmu yang kelabu, menyadarkanku ada luka tersimpan di sana. Ada sepi yang melanda dan mewarnai. Akupun, turut merintikan hujan. Jika ada hal besar yang ingin aku lakukan, itu adalah melihat cerah dan indahmu. Mengobati luka dan mengisi sepimu. Luas. selalu kulihat luas dirimu. sembari burung berterbangan di atas sana dan cahaya mentari menari di antara rindang pepohonan. Kamu, andai aku mampu menyentuh tinggi dan luas itu. Ingin kuhadiahkan pelukan terhangat milikku.

Anak-Anak

Gambar
Keburukan harus diperbaiki bukan dianggap biasa.  Melihat anak2 zaman dulu dan zaman sekarang pastilah ada perbedaan yang dapat kita amati. Namun bukan semua hal yang berubah. Ada hal-hal crucial yang tidak berubah hingga kini dan cenderung dianggap hal yang biasa ketika itu terjadi pada anak-anak.  Bullying Baik secara verbal maupun fisik. lantas orang dewasa hanya berkata "namanya juga anak-anak". Namun ketika anak mereka menjadi korban, mereka turut ikut campur dan memarahi si pembully sehingga tanpa sadar anak mereka tidak belajar melindungi dirinya dan berkemungkinan semakin dibully.  Ini adalah persoalan sistem pada pendidikan kita di rumah dan di sekolah. Orang dewasa mungkin alpha akan adanya resiko jangka panjang yang maha dahsyat yang akan mengintai anak2 mereka.