Postingan

Dilarang berkata Sulit

Gambar
Ada sebuah peraturan kelas matematika yang saya terapkan kepada seluruh siswa yang saja ajar.  Di larang berkata "susah", "sulit", "ga bisa", dan apapun yang pada dasarnya sebuah keluhan. Saya akan membuat kotak keluhan di papan tulis, dan menuliskan poin bagi setiap anak yang terdengar mengucapkannya. Bila poinnya sudah mencapai 5 turus atau 5 garis, maka si anak wajib mengerjakan soal matematika bonus.  Mereka pasti ga suka bonus yang ini, meskipun mereka suka dengan saya sebagai gurunya (GR banget haha).  Bukan tanpa alasan peraturan ini saya berikan, tapi dengan maksud tulus dan tersistem.  Kenyataannya, pada pekerjaan apapun ketika kita banyak menyebutkan kata sulit terhadap apa yang kita lakukan, otak akan mudah tersugesti untuk mengakui bahwa ini hal sulit dan kemudian tubuh akan terdorong untuk berat melakukan hal tersebut, ditambah emosi akan semakin negatif.  Pada pelajaran matematika yang dulupun pernah saya hindari, say...

Langit Malam Terindah di Bulan April

Selamat Malam, iya malam,,  Hari ini adalah malam kedua di bulan Sya'ban, bulan di mana Rasul berpuasa sunnah paling banyak. Hari ini juga hari di mana langit begitu cerah, tenang, dan ceria. Kalau kamu baca postingan ini di hari yg sama dengan penulisannya, kamu bisa memastikannya dengan melihat ke langit malam ini. Terutama buat kalian yang di bogor. Banyak konstelasi bintang yg bisa kamu pandangi. Ditambah bulan sabit muda yang cantik.  Hai langit malam, hari ini kamu cantik banget (^-^)

Bicaralah yang baik

Ada seseorang yang pernah berkata bahwa blog ini isinya curhat. Mungkin ada benarnya, karena seringnya pembelajaran berasal dari kisah hidup yang membekas. Seperti beberapa blog yang isinya terkesan curhat. Mungkin blog kali ini juga begitu. Semoga dari tulisan ini kita terus bisa berkaca diri dan banyak bebenah diri. ***** Islam mengajarkan umatnya dengan segala keindahan. Maka itu Allah mengutus Rasulullah SAW untuk menyempurnakan Akhlaq manusia. Dengan keindahan akhlaq rasul pula-lah yang membuat objek-objek dakwah Rasul tersentuh hatinya. Islam mengajarkan bahwa akhlaq ada pada setiap pembelajaran hidup. Dengan akhlaq yang baik-lah seseorang menilai pribadi bahkan kepahaman agama. Lisan kita, mungkin sering khilaf dalam merangkai kata. Khilaf dalam berkomentar, bahkan khilaf ketika celetukan2 ringan atau canda keluar dari mulut. Padahal lisan sering menjadi tolak ukur akhlaq seseorang. Seseorang yang santun perangainya tentu didukung dengan santun lisannya. Bila lisan teras...

Bagian II

Gambar
Kali ini adalah ujian yang kesekian kali dariNya. Dengan tema yang sama, topik yang sama, tapi lagi lagi judul yang berbeda.  Setiap berganti judul, aku yakin bahwa level kesulitannya terus bertambah. Memang mungkin begitu cara Allah membuat skenario untuk kehidupanku.  Kadang pernah terpikir betapa dramanya persoalan ini?  Tapi semakin hari aku semakin menyadari bahwa begitulah Allah mendidikku. Bahwa begitulah memang cara Allah mengajariku untuk menjadi wanita yang tenang ketika sebelumnya ceriwis lompat-lompat. Beginilah caranya Allah mengajari menjadi wanita yang tegas ketika sebelumnya plin-plan dan membingungkan. Ujian-ujian yang sama dengan tingkat kesulitan yang berbeda, mungkin memang tema dan topik itu yang perlu aku kuasai.  Seni mengelola hati. Berikhtiar dan bertawakal dengan sabar dan syukur. Memang itu kuncinya. Dan ketika ujian-ujian sama ini bermuara pada akhir, mudah-mudahan saat itu semua hal yang sudah Allah ajari menjad...

Bagian I

“Udah ga ada lagi yang harus kita lakuin buat lana nih, jadi nyuapin makan aja deh” kata-kata itu keluar dari mulut abi dengan piring penuh nasi dan lauk di tangan ummi yang sendoknya siap menghampiri mulutku. Aku yang dua bulan lagi berusia 22 tahun. Bukan 2 tahun.

Call me Bulan

Ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, kita cenderung untuk melupakan waktu. Itu membuat kita agak terkejut ketika melihat ke belakang, betapa banyak waktu yang sudah kita lalui dan betapa cepatnya semua berlalu. Aku, seseorang yang baru akan di wisuda besok lusa, merasakannya. Karena begitu aku tersadar, keberadaanku sudah hampir genap enam bulan berada di sini. Di sekolah ini, bersama anak-anak kesayanganku, teman-teman kantor yang menyenangkan, sebagai seorang guru.

Hai kamu, ada apa?

Maghrib itu adalah sebuah kisah pilu sesudah berbuka yang aku dengar melalui diskusi ayah dan ibuku. Kisah itu menceritakan betapa di ujung tanduknya negara ini. Saking ngerinya, kisah itu, kisah tentang negara ini untuk pertama kalinya meneteskan air mataku. Kondisi umat muslim yang bagaikan buih di lautan sungguh nyata keberadaannya. Negara ini dalam ketidakberdayaan meski umat islamnya paling banyak. Turki di sebrang sana mengalami banyak tekanan dan ancaman hingga bom berkunjung ke sana beberapa kali demi menggoyahkan pertahanan Erdogan. Jelas saja para musuh sedang dalam ketakutan pada negara-negara muslim yang tengah berusaha bangkit. Turki, hanya salah satu dari banyak negara muslim lain yang sungguh luput kabarnya dari media mainstream di negara ini. Ada apa sebenarnya dengan Indonesia? Ada apa dengan krisis kepemimpinan Negeri ini? Betapa banyak umat muslim di nusantara ini yang rupanya begitu sulitnya bersatu menyelamatkan bangsa. Dukungan serentak pada negara-negara isl...