Yang Berganti dalam Nada yang Sama

Harusnya aku mampu sampai semua ini sungguh berakhir, harusnya semua ini baik-baik saja. Begitulah aku berandai-andai.
Aku pikir bertahun-tahun dalam nada yang sama akan cukup membuatku resisten. Pikirku..
Entah bagaimana akhirnya aku malah berjalan pada takdir ini. Takdir yang membuat apa yang aku pikir aman menjadi ancaman
Rasanya jauh lebih aneh dari takdir yang lalu-lalu, karena bukan sekedar jadi tak nyaman tapi aku jadi banyak bersedih. Kalut dalam-dalam karena khawatir Rabbku cemburu
Aku meyakini bahwa menahan diri, menahan hati, menahan lisan, menahan pikiran, menahan mata, kini adalah kemuliaan yang harus aku pelihara.
Di dalam yang terdalam aku tengok sang Malu, ialah harta paling berharganya wanita yang kini harus aku jaga sungguh-sungguh.
Andai memang ini adalah ketentuanNya dan bukan permainan syaitan, maka kemulian ini layak sampai pada hakikatnya.
Bila ini adalah permainan syaitan, maka sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Biar aku katakan, aku akan egois bila belum sampai pada masanya. Memikirkan diriku sendiri, keselamatanku sendiri, kupastikan aku sampai hati untuk mengabaikan.
Memang yang lain ikut komentar, memang yang lain ikut bertanya, tapi aku akan bersikeras untuk tak peduli. Aku yakini bahwa bila bukan haknya, tak pantas pula kupikirkan.
Kini nadanya masih sama, tapi rasanya berganti, menggiringku untuk sembunyi dalam doa

Komentar

Yusuf Muhammad mengatakan…
Ane jadi penasaran, komentarnya kayak gimana sih ampe dihapus oleh pemilik blog, wkwk.. ^^v
Postingan jualan.
Yusuf Muhammad mengatakan…
Iya, di blogspot sering tuh ada postingan jualan muncul di komen.. Wah, berarti blog ente ramai pengunjung ya ampe ada yang niat naruh iklan spam di blog ente..

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Guruku

Slow Response

Cintaku Padamu

Bicaralah yang baik

Melihatmu