Otoritas Untuk Kebijakan

Ayoolaah,, melihat dua orang saling berdiskusi dengan tarik urat dan nada tinggi saja sudah cukup mengganggu saraf, apalagi harus melihat dua orang bertengkar hingga menangis. Itu menjengkelkan.
Bukan, bukan hanya rasa jengkelnya yang mengganggu tapi rasa takut dan cemasnya yang membuat itu semua menjadi perpaduan yang luar biasa extrem untuk saraf otak.

Tunggu, tunggu kita membicarakan sesuatu yang luas kawan. Ini bukan sekedar soal pendukung pilpres yang adu kuat, bukan juga sekedar dua sahabat yang sedang bertengkar, dan bukan juga sekedar pertengkaran suami istri. Ini lebih dari itu dan bahkan lebih dari cerita tentang pertengkaran antara kamu dan aku. Ini tentang semuanya. Pertengkaran.

Tiap kali terjadi pertengkaran selalu ada pihak yang akhirnya otoriter dan yang lain terdzalimi. Yang otoriter memanfaatkan kemenangannya dan yang terdzalimi dimanfaatkan. Aku benci kata dimanfaatkan, karena itu mendekati hasil dari sikap "tidak enakan" dan rasa bersalah yang berlebihan. Yang otoriter menekan yang terdzalimi, yang terdzalimi bisa apa...??

Terkait semua yang baru saja tertulis pada paragraf sebelumnya, adalah suatu kondisi yang akan terjadi dalam lingkup pertemanan, persaudaraan, dan bisa juga suami istri. Entahlah, barangkali untuk beberapa kondisi rasanya jadi terlalu sulit untuk saling damai dan mengambil langkah tengah. Berusaha memahami menjadi hal yang entah mengapa begitu mahal ditiap tempat. Banyak orang yang berusaha untuk dipahami dengan segala macam alasan/alibi/modus. Apapun itu.

Guys, di manapun kalian berada, di posisi apapun kalian sekarang, dan dalam kondisi apapun kalian sekarang, bekerjakeraslah untuk tidak mengikuti emosi, menggunakan logika, menggunakan hati nurani. Barangkali ini dapat membantu kita untuk lebih respect pada orang lain dan dapat saling memahami. Sehingga pertengkaran sekecil apapun dapat terhindari.

Oh ya, the last..... Jangan gunakan otoritas untuk menekan yang di bawah. Jangan gunakan posisi untuk menekan yang lemah. Gunakanlah posisi untuk melindungi dan bersikap bijaksana. That's.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!