Postingan

Menciptakan Ide, Dari dan Untuk Kita

Gambar
Untuk mendapatkan ide setelah lama ga nulis, tentu ga begitu mudah. *apalagi kalo abis futur. Banyak baca, browsing, banyak dzikir, banyak muhasabah, banyak ngobrol sama temen-temen yang inspiratif, bisa jadi beberapa pilihan oke buat menciptakan ide. BOLD  ya. menciptakan . Keimanan bisa naik turun, semangat nulis juga gitu. Kalo kepala lagi dipenuhi beban akademik atau organisasi, otomatis fokus untuk nulis jadi kurang. Karena secara ilmu kita biasanya bisa fokus hanya pada 2 aktivitas, itupun jarang (1 optimalnya). #kecuali kalo nulis jadi pelarian atas beban-beban itu. Gak oke sih kalo gak produktif gara-gara sok sibuk tapi lebih gak oke kalo lagi sibuk kita sok produktif, sehingga hasil tulisan kita lebih banyak no meaning atau ga jelas. kasian para pembaca kasian juga harga diri kita. Berpikir Kreatif: Kita harusnya menciptakan ide, BUKAN mendapatkan ide. kita mesti bisa yakinin diri bahwa kita mampu untuk jadi inspiratif dengan ide yang kita buat, BUKAN...

TEPAT

Menggantungkan harapan haruslah pada tempat yang tepat. TEPAT sekali lagi.  Aku beri tahu satu hal penting, kadang kita tak perlu berpikir PANTAS atau tidak, tapi TEPAT atau tidak Jika ingin berdusta maka carilah saat yang tepat, dengan cara yang tepat, intonasi yang tepat, dan gaya yang tepat.  Tapi SABR harus selalu tepat di manapun kondisi dan tempatnya, karena kita butuh sabar dan semua aspek menjadi TEPAT ngan kesabaran. Mereka ada tapi tak ada aksinya, mereka bicara tapi tak ada maknanya, mereka berpikir tapi tak ada isinya.  Kenapa? karena cara mereka tidak TEPAT Jadilah seperti seharusnya, berbicaralah seperti seharusnya, bersikaplah seperti seharusnya, berterimakasihlah seperti seharusnya. Jangan harap mendapatkan yang tepat jika kita tidak mau untuk belajar TEPAT. dalam waktu, sikap, sifat, berpikir, bicara, bertindak.

Niat Vs Nanti

Gambar
Menata kalimat dalam tulisan emang ga semudah mengucapkan dan memikirnya. jangankan nulisinnya, ngetikkinnya aja asa ga pas terus kalimatnya. Entah karena pikiran yang ga fokus, pikiran yang bercabang, atau mungkin karena niatnya ga kuat.  Nulis itu butuh niat, kemauan keras, alasan, dan tujuan. Yakinlah kalau lengkap itu bisa jadi tulisan yang pas sama kemauan. Belakang (beberapa bulan) ini sering sebenenrya untuk mulai maramaikan blog, tapi hampir semua selalu berakhir pada Draft  dan besok-besoknya data itu ga pernah di update. 

Lingkaran Kodok

Semenjak masuk kuliah kegiatan seputar tulis menulis di blog jadi makin berkurang, bahkan beberapa bulan ga sempet nulis, dengan segudang alasan akhirnya beberapa bulan terlewati tanpa postingan apapun, padahal dalam setiap bulan itu selalu ada hal menarik buat evaluasi diri dan motivasi. Kalaupun sempet nulis rasa-rasanya tulisan sekarang ga sebesar dulu-dulu bobotnya, mungkin juga karena pengaruh amalan sunnah yang ikut turun, sedih banget karena amalan sunnah banyak yang hilang. Kalo ditanya salah siapa, ya salah diri sendiri yang ga bisa melawan malas. Harusnya dengan kondisi appaun amalan sunnah yang rutin itu tetap dikerjain.  Sekarang lagi liburan semester, ga percaya kalo udah lewat aja semester 1 ini. Artinya udah lebih dari 5 bulan jadi mahasiswa. Artinya udah lebih dari 5 bulan jadi alumni rohis. ekhmm.. ngomongin rohis bikin mata jadi berkaca-kaca nih. banyak banget kenangannya, banyak banget pelajarannya, banyak banget perasaan yang hadir di sana. Kalo ngomongin ku...

Dia bilang "Terima kasih"

Dia biasanya menangis karena hal hal kecil yang orang anggap sepele, dia juga tertawa dengan hal-hal sederhana yang menurut orang lain biasa, dia juga bisa marah karena hal-hal sederhana yang tak teraba orang lain. Itulah dia. Dia biasa dibilang aneh oleh mereka, mereka sering bingung dengan sikap dan pikirannya, kadang dia tak berhasil membuat mereka paham dan kadang dia berhasil. Segelintir orang memang yang mengerti dan sealur dengannya, jadi kawan itulah dia. Mereka bilang bahagianya sederhana, dia bilang bahagia itu harus sederhana. Mengapa harus dengan yang sulit baru kita bahagia? Mereka bilang, mereka tak mengerti maunya dan ada apa dengannya, dia bilang, “lihatlah dari sudut pandangku dan kau akan mengerti”. Jika dia belum menjadi bagian darimu, kau tak akan mengerti, begitupun dia. Jika kau belum menjadi bagian darinya, kau tak akan mengerti tapi dia pastikan dia sudah mengerti. Dia adalah sedikit dari orang-orang yang menangis ketika acara-acara seminar itu mula...

Aku

Cinta bentuknya memang begitu. Hanya terlihat dengan sikap dan lisan Hanya terasa oleh hati-hati yang saling terpaut Hanya terdengar oleh mereka yang merasa Cinta itu indah Indah itu abstrak Abstrak itu,,,, Aku

Pelayar Angin

Hembusan angin mendarat tepat di kepalaku Mengelusku dengan lembut dan memejamkan mata yang lelah Aku tau ini bukan lagi saatnya Bukan lagi masanya Sudah usai jauh dari yang aku sadari Bahkan hingga kau datang kembali Hujan yang rintik bersamaan hadir dengan angin lambat lalu cepat menghujam tubuh sedikit lalu terus bertambah banyak menyiramiku Anginnya tak biasa, terus dan terus datang Melawanpun aku tak mampu Laripun tak mungkin Seandainya kau lihat aku di sini Melihatku dan merasakan apa yang aku rasa Menyambut tanganku Lalu menarikku dari tempat ini