Postingan

TEPAT

Menggantungkan harapan haruslah pada tempat yang tepat. TEPAT sekali lagi.  Aku beri tahu satu hal penting, kadang kita tak perlu berpikir PANTAS atau tidak, tapi TEPAT atau tidak Jika ingin berdusta maka carilah saat yang tepat, dengan cara yang tepat, intonasi yang tepat, dan gaya yang tepat.  Tapi SABR harus selalu tepat di manapun kondisi dan tempatnya, karena kita butuh sabar dan semua aspek menjadi TEPAT ngan kesabaran. Mereka ada tapi tak ada aksinya, mereka bicara tapi tak ada maknanya, mereka berpikir tapi tak ada isinya.  Kenapa? karena cara mereka tidak TEPAT Jadilah seperti seharusnya, berbicaralah seperti seharusnya, bersikaplah seperti seharusnya, berterimakasihlah seperti seharusnya. Jangan harap mendapatkan yang tepat jika kita tidak mau untuk belajar TEPAT. dalam waktu, sikap, sifat, berpikir, bicara, bertindak.

Niat Vs Nanti

Gambar
Menata kalimat dalam tulisan emang ga semudah mengucapkan dan memikirnya. jangankan nulisinnya, ngetikkinnya aja asa ga pas terus kalimatnya. Entah karena pikiran yang ga fokus, pikiran yang bercabang, atau mungkin karena niatnya ga kuat.  Nulis itu butuh niat, kemauan keras, alasan, dan tujuan. Yakinlah kalau lengkap itu bisa jadi tulisan yang pas sama kemauan. Belakang (beberapa bulan) ini sering sebenenrya untuk mulai maramaikan blog, tapi hampir semua selalu berakhir pada Draft  dan besok-besoknya data itu ga pernah di update. 

Lingkaran Kodok

Semenjak masuk kuliah kegiatan seputar tulis menulis di blog jadi makin berkurang, bahkan beberapa bulan ga sempet nulis, dengan segudang alasan akhirnya beberapa bulan terlewati tanpa postingan apapun, padahal dalam setiap bulan itu selalu ada hal menarik buat evaluasi diri dan motivasi. Kalaupun sempet nulis rasa-rasanya tulisan sekarang ga sebesar dulu-dulu bobotnya, mungkin juga karena pengaruh amalan sunnah yang ikut turun, sedih banget karena amalan sunnah banyak yang hilang. Kalo ditanya salah siapa, ya salah diri sendiri yang ga bisa melawan malas. Harusnya dengan kondisi appaun amalan sunnah yang rutin itu tetap dikerjain.  Sekarang lagi liburan semester, ga percaya kalo udah lewat aja semester 1 ini. Artinya udah lebih dari 5 bulan jadi mahasiswa. Artinya udah lebih dari 5 bulan jadi alumni rohis. ekhmm.. ngomongin rohis bikin mata jadi berkaca-kaca nih. banyak banget kenangannya, banyak banget pelajarannya, banyak banget perasaan yang hadir di sana. Kalo ngomongin ku...

Dia bilang "Terima kasih"

Dia biasanya menangis karena hal hal kecil yang orang anggap sepele, dia juga tertawa dengan hal-hal sederhana yang menurut orang lain biasa, dia juga bisa marah karena hal-hal sederhana yang tak teraba orang lain. Itulah dia. Dia biasa dibilang aneh oleh mereka, mereka sering bingung dengan sikap dan pikirannya, kadang dia tak berhasil membuat mereka paham dan kadang dia berhasil. Segelintir orang memang yang mengerti dan sealur dengannya, jadi kawan itulah dia. Mereka bilang bahagianya sederhana, dia bilang bahagia itu harus sederhana. Mengapa harus dengan yang sulit baru kita bahagia? Mereka bilang, mereka tak mengerti maunya dan ada apa dengannya, dia bilang, “lihatlah dari sudut pandangku dan kau akan mengerti”. Jika dia belum menjadi bagian darimu, kau tak akan mengerti, begitupun dia. Jika kau belum menjadi bagian darinya, kau tak akan mengerti tapi dia pastikan dia sudah mengerti. Dia adalah sedikit dari orang-orang yang menangis ketika acara-acara seminar itu mula...

Aku

Cinta bentuknya memang begitu. Hanya terlihat dengan sikap dan lisan Hanya terasa oleh hati-hati yang saling terpaut Hanya terdengar oleh mereka yang merasa Cinta itu indah Indah itu abstrak Abstrak itu,,,, Aku

Pelayar Angin

Hembusan angin mendarat tepat di kepalaku Mengelusku dengan lembut dan memejamkan mata yang lelah Aku tau ini bukan lagi saatnya Bukan lagi masanya Sudah usai jauh dari yang aku sadari Bahkan hingga kau datang kembali Hujan yang rintik bersamaan hadir dengan angin lambat lalu cepat menghujam tubuh sedikit lalu terus bertambah banyak menyiramiku Anginnya tak biasa, terus dan terus datang Melawanpun aku tak mampu Laripun tak mungkin Seandainya kau lihat aku di sini Melihatku dan merasakan apa yang aku rasa Menyambut tanganku Lalu menarikku dari tempat ini

Genggam atau Lepaskan

Setiap kekuatan berasal dari niat, niat ada karena tujuan jelas, tujuan ada karena ada keinginan, dan semua terwujud dengan ilmu dan aksi. Perjalanan cukup panjang, tak berasa, tak terasa, tak terlihat, tak melihat, tak terdengar tak mendengar. Pahit atau manis, suci atau kotor, lupa atau ingat.  Berubah, perubahan, itu pasti. Tak ada di dunia ini yang pasti kecuali perubahan. Kamu aku dia kalian mereka kita. Berubah perlahan tak berasa tapi terjadi. Ketika ada diperjalanan kita seringkali terlupa dengan tujuan awal, sehingga di tengah jalan kita kehilangan arah dan terombang ambing dengan tujuan bayangan, terlihat antara ada dan tiada. Hai kaki, masih sanggup kau berjalan? Hai tangan, masih sanggup kau memegang? Hai kepala, masih sanggup kau berpikir? Hai badan, masih sanggup kau menopang? Percayalah atau tinggalkan sama sekali. Yang kokoh adalah yang istiqomah dengan amalannya, kontribusi itu tanggung jawab, komitmen itu totalitas perjuangan. #esensi