Mengurangi Ekspektasi
Setelah 3 bulan lalu ombaknya sempat surut dan tiba2 berubah jadi tsunami, akhirnya hari ini ombaknya bisa kembali tenang.
Ekspektasi biasanya saya ibaratkan ombak, bisa surut, bergelombang, kadang seperti tanggal 16 kemarin. Menjadi tsunami persis ketika aku mengira surut artinya reda.
Kita ga pernah tau bagaimana rencana Allah SWT, seringnya membuat terheran-heran, unpredictable. Dan ketika ekspektasi bergelombang dahsyat, sering sekali berakhir dengan kewarasan yang menurun.
Tapi pasti, pasti ada hikmahnya. Gak mungkin Allah memberikan sesuatu kepada kita karena iseng dan main-main. Memang sudah Allah tuliskan di Lauh Mahfudz dan memang harus begitu ceritanya.
Dengan kadar ombak yang tenang seperti bulan Ramadhan ini, insyaaAllah membantu dan sangat membantu untuk lebih produktif dalam beramal ibadah. Jadi lebih banyak istighfar dan dzikir juga. Sesekali ombaknya bergelombang ringan, tapi selama tidak "dipancing" insyaaAllah ombaknya akan kembali tenang.
-Letakkan segala harap hanya padaNya, Niatkan segala amal untuk ibadah kepadaNya, Ayo kembali memantaskan diri!!-

Komentar