Angkasa

Tinggi. Mungkin itu adalah deskripsi yang sesuai untukmu. Aku bisa menatapmu dengan tatapan yang sendu sambil kemudian tersadar rintik hujan membasahi.

Kamu, indah kala mentari terbit dan tenggelam. Cerah kala siang menyongsong. Mengingatkanku bahwa bahagia itu ada.

Rintik yang membasahiku kala tatapan sendu memandang langitmu yang kelabu, menyadarkanku ada luka tersimpan di sana. Ada sepi yang melanda dan mewarnai. Akupun, turut merintikan hujan.

Jika ada hal besar yang ingin aku lakukan, itu adalah melihat cerah dan indahmu. Mengobati luka dan mengisi sepimu.

Luas. selalu kulihat luas dirimu. sembari burung berterbangan di atas sana dan cahaya mentari menari di antara rindang pepohonan.

Kamu, andai aku mampu menyentuh tinggi dan luas itu. Ingin kuhadiahkan pelukan terhangat milikku.

Komentar

Mogibian Darmawan mengatakan…
Walah, ternyata lana bisa mellow juga toh. Kirain komdis ga bisa mellow :p

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!