Konsekuensi Sebuah Doa
Malam ini saya menginap di sebuah kostan putri yang jadi langganan tempat saya bernaung ketika tiada lagi tempat yang bisa ditumpangi.
Sebuah kostan yang berisi para akhwat yang terbina dengan baik akhlaq dan ilmunya.
Wisma Tanjung
Sebuah obrolan kecil turut saya dengarkan saat selesai isya. Teman yang baik hati yang suka rela menampung saya hari ini adalah seseorang yang beberapa minggu lalu kehilangan laptop dan HP nya. Teringatlah ia akan doa yang pernah ia panjatkan saat sedang menyusun skripsi. Ia memohon agar laptopnya tidak rusak ketika ia menyusun skripsi, dan jika harus rusak maka biarlah setelah ia lulus. Teringat pula ia akan doanya agar mendapatkan HP baru.
Maka kecurian itu menjawab doa-doanya yang pernah ia panjatkan. Lama, lama itu terkabul. Maka Allah kabulkan doanya. Sambil tertawa dan merenung ia sadar kesalahan dari doanya sekaligus sadar ada konsekuensi bahkan dari doa yang kita panjatkan. Ia alpha menyebut "dengan cara yang Engkau ridhoi"
Sederhana, sungguh itu hanya pembicaraan kecil antara temanku dan adik2 tingkatnya. Tapi point terpentingnya sangat dalam. "Yang Engkau Ridhoi"
Ya Rabb, Ridhoilah permintaanku sehingga Engkau kabulkan dengan cara yang Engkau ridhoi. Ini. Kata2 ini yang mungkin harus kita perbanyak, sehingga tidak dengan kemurkaan ia berikan apa yang kita pinta.
Sebuah kostan yang berisi para akhwat yang terbina dengan baik akhlaq dan ilmunya.
Wisma Tanjung
Sebuah obrolan kecil turut saya dengarkan saat selesai isya. Teman yang baik hati yang suka rela menampung saya hari ini adalah seseorang yang beberapa minggu lalu kehilangan laptop dan HP nya. Teringatlah ia akan doa yang pernah ia panjatkan saat sedang menyusun skripsi. Ia memohon agar laptopnya tidak rusak ketika ia menyusun skripsi, dan jika harus rusak maka biarlah setelah ia lulus. Teringat pula ia akan doanya agar mendapatkan HP baru.
Maka kecurian itu menjawab doa-doanya yang pernah ia panjatkan. Lama, lama itu terkabul. Maka Allah kabulkan doanya. Sambil tertawa dan merenung ia sadar kesalahan dari doanya sekaligus sadar ada konsekuensi bahkan dari doa yang kita panjatkan. Ia alpha menyebut "dengan cara yang Engkau ridhoi"
Sederhana, sungguh itu hanya pembicaraan kecil antara temanku dan adik2 tingkatnya. Tapi point terpentingnya sangat dalam. "Yang Engkau Ridhoi"
Ya Rabb, Ridhoilah permintaanku sehingga Engkau kabulkan dengan cara yang Engkau ridhoi. Ini. Kata2 ini yang mungkin harus kita perbanyak, sehingga tidak dengan kemurkaan ia berikan apa yang kita pinta.
Komentar