Berat, rasanya

Selama sebulan ini sekolah mempersiapkan segala kebutuhan untuk akreditasi. Katanya, nyiapin akreditasi memang memeras tenaga, ternyata iya.

Karena persiapan akreditasi yang berat ini bersamaan dengan beberapa agenda besar sekolah maka jadilah sungguh "terasa" berat. Ini memang akhir tahun ajaran, maka jangan lupakan rapot.

Sebenarnya ingin sekali bisa produktif optimal dalam kegiatan2 dakwah yang dulu ketika berstatus mahasiswa dilakukan. Tapi mungkin ini adalah bagian dari adaptasi di mana kegiatan dakwah sesungguhnya sangat banyak bentuknya. Jangan lupa, bahwa segala aktivitas bergantung pada niat. Melakukan yang terbaik buat sekolah bisa jadi bentuk dakwah juga.

Maka hari ini, mungkin beberapa orang tidak senang hati mengetahui saya yang "check lock" sebelum semua kegiatan lembur hari ini usai. Tapi janji tetaplah janji, janji bertemu adik" untuk memberi tambahan bekal yang sebenarnya bekal juga bagi saya. Janji yang sayangnya sudah terlanjur dibuat sebelum seruan lembur. Merasa bersalah? Iya, rasanya lalai dari tanggung jawab untuk tanggung jawab yang lain.

Iya, tulisan ini cuma curhat. Tapi dari cerita ini sebenarnya saya mau menyampaikan tentang banyaknya hal yang memang harus kita pertimbangkan pada apapun keputusan kita. Menerima dengan sadar segala konsekuensi, sehingga harus mengabaikan perasaan.

Senin selasa besok, ibarat ujian bagi saya. Semoga,, semoga,, saya bisa melakukan pengajaran yang terbaik dengan cara yang terbaik.

Komentar

Yusuf Muhammad mengatakan…
Sekarang sekolah tempat kamu ngajar sudah dapat akreditasi kah?
Roxalana Fikren Taufik mengatakan…
udah ko ka. A alhamdulillah :)

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Guruku

Slow Response

Cintaku Padamu

Bicaralah yang baik

Melihatmu