husnudzon
Banyak kata yang terlantun dengan indah menerpa hati. Bila diintip, sekilas tampak benar dan nyata, namun bila makin lama dipandang berjumpalah ia dengan harapan.
Pada zat yang maha mengatur segala urusan. Pada zat yang maha mengetahui segala sesuatu. Pada zat yang hanya kepadaNya kita memohon. Dengan kerendahan diri dihadapanNya, setiap tangan yang menengadah itu meneteskan permatanya dalam keheningan. Mengaharapkan yang tak diketahui buruk baiknya.
Mata yang terus menatap dalam, menemani kepala yang terus merendah. Menyadari bahwa segala urusan berada pada tangan yang tak mampu digapai. Apalah daya, harapan menjadi tujuan.
Jika berlari mendekat satu2nya cara, jika mendekat adalah satu2ya cara mengobati jantung yang kian berirama, maka mampukanlah tangan, mata, mulut, kepala, dan hati hanya yakin kepada pemilik.
Komentar