Anting (Memaknai Kehilangan)


      Ketika sesuatu hilang dari kita, terlepas, maka tenangkan hatimu. Berikanlah ruang bagi hatimu untuk berpasrah diri padaNya, hingga kemudian kamu merasa ikhlas atas kehilangan itu. Jika apa yang terlepas darimu itu Ia takdirkan kembali, maka tiada satupun yang dapat menghalanginya kembali. Meskipun dengan cara yang tak pernah terbayangkan, bahkan tidak masuk diakal.

Ini adalah makna yang aku pelajari dari sebuah anting. Bahwa, bila Allah menjamin segala sesuatu menjadi hak kita maka ia akan tetap menjadi milik kita. Anting yang sekitar bulan november-desember lalu hilang sebelahnya dariku, dengan cara yang sama sekali tidak masuk akal kembali. Jawaban yang diminta karena keyakinan kepada Allah akan datang dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Well, jadi sebenernya ini cerita soal anting. Allah SWT memang selalu tau caranya bikin kejutan. Mungkin ketika kalian baca paragraf ini feel baca blognya jadi luntur. Tapi tenang, ini cerita serius. Cerita yang membuktikan bahwa Allah SWT sangat mampu mengajari kita tentang segala sesuatu secara direct. Kejadian yang membuat saya berpikir sekaligus terhibur sembari menyadari betapa peduli dan sayangnya Allah SWT pada saya.

Sekitar akhir tahun ajaran semester 1 yaitu tahun lalu, saya mencoba untuk menyelesaikan Laporan Perkembangan Karakter (LPK) di mess guru bahkan ketika liburan di rumah. Itu sekitar bulan november-desember. Saat itu mess yang saya tinggali adalah mess lama yang berada di wilayah belakang sekolah yang tertutup pepohonan tinggi dan taman. Pada bulan itu pula saya kehilangan sebelah anting saya yang baru saya sadari di rumah.

Itu adalah anting emas yang selalu saya jaga, maka ketika hilang saya mencarinya diseluruh sudut kamar, kamar mandi, dan sudut-sudut rumah yang saya lalui. Saya mencari dengan sungguh-sungguh sambil berdoa berharap menemukannya segera. Hingga akhir saya tidak menemukan anting tersebut dan berkata pada diri sendiri “Kalo rejeki semoga dia kembali” begitulah gumam saya hingga beberapa kali sebelum akhirnya berhenti mencari.

Datanglah hari ini, 5-6 bulan setelah kehilangan itu, terlepasnya sebuah anting yang senantiasa saya jaga. Salah seorang tetangga mess (kaka kamar sebelah) mengupload sebuah foto anting yang entah bagaimana ia temukan di kolong tidurnya. Keanehan tidak berhenti di situ. Anting itu ditemukan di bangunan mess baru sedangkan masa kehilangan itu adalah ketika kami (anak-anak mess) bahkan masih tinggal di mess lama. Ajaib, cuma itu kesimpulan saya di akhir.

-Sesungguhnya Allah adalah zat yang paling mengetahui apakah yang terlepas itu adalah hak kita? Jika iya, maka iya akan kembali. Jika bukan, semoga Allah ganti dengan yang lebih baik-

Komentar

Yusuf Muhammad mengatakan…
سبحان الله العظيم..

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!