Bicaralah yang baik
Ada seseorang yang pernah berkata bahwa blog ini isinya curhat. Mungkin ada benarnya, karena seringnya pembelajaran berasal dari kisah hidup yang membekas.
Seperti beberapa blog yang isinya terkesan curhat. Mungkin blog kali ini juga begitu. Semoga dari tulisan ini kita terus bisa berkaca diri dan banyak bebenah diri.
*****
Lisan kita, mungkin sering khilaf dalam merangkai kata. Khilaf dalam berkomentar, bahkan khilaf ketika celetukan2 ringan atau canda keluar dari mulut. Padahal lisan sering menjadi tolak ukur akhlaq seseorang. Seseorang yang santun perangainya tentu didukung dengan santun lisannya. Bila lisan terasa menyakitkan, bukan jasad yang terluka melainkan hati. Jika seorang da'i memiliki lisan yang kerap melukai hati, bukankah akan sulit menyentuh hati yang sudah terluka?
*****
Begitulah kira-kira intronya. Walaupun bukan lagi ngomongin peran da'i tapi kejadian hari ini membuat saya belajar bahwa ketika hati terasa perih, segala sesuatu jadi terasa sulit. Maka apalagi jika kita seorang da'i, jangan sampai kata2 kita terasa perih.
Mungkin cerita sesungguhnya hari ini adalah bagaimana ketidaktahuan seseorang terhadap kehidupan pribadi kita membuat seseorang menyakiti tanpa sadar. Candaan bahkan bisa terasa begitu perih dan menjengkelkan. Mungkin, itu adalah salah satu alasan mengapa kita dilarang untuk melakukan hal2 yang tidak ada manfaatnya. Berbicara asbun contohnya. Mudharatnya akan mendzalimi orang lain.
Do'a adalah senjatanya orang mukmin, sedangkan kalimat-kalimat yang keluar dari lisan tanpa didasari kebermanfaatan adalah kesia-siaan. Semoga malaikatNya mengamini segala do'a yang disampaikan seorang hamba yang khusyuk dalam kerendahannya dihadapan Rabbnya. Sesungguh Allah Maha Mendengar, Maha mengetahui.
-bukankah Dia sebaik-baiknya perencana?-
Seperti beberapa blog yang isinya terkesan curhat. Mungkin blog kali ini juga begitu. Semoga dari tulisan ini kita terus bisa berkaca diri dan banyak bebenah diri.
*****
Islam mengajarkan umatnya dengan segala keindahan. Maka itu Allah mengutus Rasulullah SAW untuk menyempurnakan Akhlaq manusia. Dengan keindahan akhlaq rasul pula-lah yang membuat objek-objek dakwah Rasul tersentuh hatinya. Islam mengajarkan bahwa akhlaq ada pada setiap pembelajaran hidup. Dengan akhlaq yang baik-lah seseorang menilai pribadi bahkan kepahaman agama.
Lisan kita, mungkin sering khilaf dalam merangkai kata. Khilaf dalam berkomentar, bahkan khilaf ketika celetukan2 ringan atau canda keluar dari mulut. Padahal lisan sering menjadi tolak ukur akhlaq seseorang. Seseorang yang santun perangainya tentu didukung dengan santun lisannya. Bila lisan terasa menyakitkan, bukan jasad yang terluka melainkan hati. Jika seorang da'i memiliki lisan yang kerap melukai hati, bukankah akan sulit menyentuh hati yang sudah terluka?
*****
Begitulah kira-kira intronya. Walaupun bukan lagi ngomongin peran da'i tapi kejadian hari ini membuat saya belajar bahwa ketika hati terasa perih, segala sesuatu jadi terasa sulit. Maka apalagi jika kita seorang da'i, jangan sampai kata2 kita terasa perih.
Mungkin cerita sesungguhnya hari ini adalah bagaimana ketidaktahuan seseorang terhadap kehidupan pribadi kita membuat seseorang menyakiti tanpa sadar. Candaan bahkan bisa terasa begitu perih dan menjengkelkan. Mungkin, itu adalah salah satu alasan mengapa kita dilarang untuk melakukan hal2 yang tidak ada manfaatnya. Berbicara asbun contohnya. Mudharatnya akan mendzalimi orang lain.
Do'a adalah senjatanya orang mukmin, sedangkan kalimat-kalimat yang keluar dari lisan tanpa didasari kebermanfaatan adalah kesia-siaan. Semoga malaikatNya mengamini segala do'a yang disampaikan seorang hamba yang khusyuk dalam kerendahannya dihadapan Rabbnya. Sesungguh Allah Maha Mendengar, Maha mengetahui.
-bukankah Dia sebaik-baiknya perencana?-
Komentar
Banyak Blogger yang kayak gitu.. Tapi "blog curhat" yang banyak followernya biasanya karena curhatnya gak murni "curhat", tapi diselingi hikmah..