Harga Diri dan Kebanggaan
Bagi seorang laki-laki, harga diri adalah komponen penting yang harus betul-betul ia jaga. Harga diri adalah aspek yang sangat dilindungi dan berharga. Mungkin karena kebanggan dirinya bergantung pada harga dirinya juga. Entahlah, ini hanya asumsi saya sebagai penulis dan berdasarkan fenomena yang saya amati.
Dari banyak hal yang saya temui, anak atau keturunan merupakan simbol kebanggaan dan letak harga diri seorang ayah. Tanpa pernah kita sadari, setiap waktu kita membawa harga diri ayah kita terlebih harga diri orang-tua kita. Tapi sepertinya, anak-anak jaman sekarang sangat sedikit mendapatkan bimbingan dari ayah-ibu mereka. Sehingga tak pernah mereka ketahui bahwa segala perilaku buruk yang mereka lakukan telah mencela dan menginjak harga diri dan kebanggan orang tua mereka.
Seandainya setiap anak sadar bahwa harga diri dan kebanggan orang tua yang mereka sandang setiap detik merupakan hal yang berharga. Seandainya pula pemikiran mereka tidak dirusak oleh media yang menjajakan kerusakan moral, mungkin tak butuh waktu puluhan tahun untuk membangkitkan negeri ini, tak butuh waktu lama untuk mengobati luka membusuk pemerintahan ini. Seandainya pula, islam menjadi napas para pemuda dan pemudinya,,, harga diri dan kebanggan setiap orang tua yang berapa pada anak mereka tentu akan kokoh dan menjulang.
Namun, kita berada pada jaman yang penuh dengan belenggu kerusakan, kebusukan hati para pemimpin, dan pemikiran kotor para pebisnis. Aku tidak begitu tertarik pada politik, namun harus aku akui bahwa politik adalah peranan besar yang mengendalikan aspek hidup orang banyak. Suka tidak suka harus kita akui bahwa masalah besar sering bahkan hampir selalu berawal dari hal kecil, namun hal kecil bisa di desain pula busuk oleh hal besar. Maka bukankah untuk menciptakan kehidupan politik yang berkesesuaian dengan cara Rasulullah Saw dan kehidupan sehat para generasi muda kita mesti membenahi hal kecil dan hal besar bersamaan? Ya, setiap individu punya bagiannya masing-masing.
Jika kamu memiliki peran untuk mengatur "sistem", maka bekerjalah untuk membenahi sistem. Jika kamu memiliki peran dalam mendidik, maka benahilah pendidikan itu. Jika kamu memiliki peran dalam membangun perkekonomian, maka benahilah bisnis yang kamu jalankan. Jika dan hanya jika kamu memiliki kemampuan untuk mengasah diri menjadi pribadi yang lebih baik dari segala sudut, maka berikhtiarlah dalam berubah. Karena sejatinya harga diri dan kebanggan kita berada pada apa yang kita miliki. Seperti halnya anak dari ayahnya, perusahaan dari ownernya, murid dan gurunya.
Adakah kita sudah bergerak untuk menyelamatkan harga diri dan kebanggaan yang berada dipundak kita?
Komentar