Mari Ambil Langkah Baru
Terakhir kali saya membuat tulisan???? MasyaAllah kapan ya?? padahal salah satu ciri manusia yang produktif dapat dilihat melalui frekuensi ia menulis dalam sebulan. Bahkan melalui tulisan kita bisa melihat dinamika hidup seseorang tersebut. hmm apa kira-kira topik tulisan kita sekarang ya??
UTS semester 5 sedang berlangsung dan ini adalah hari ke 3 saya ujian. Saya punya target yang bisa dikatakan terlalu muluk untuk semester ini -apabila teman-teman tahu IP saya semester lalu-. Saya punya target IP 4 semester ini, yang mana sebelumnya saya ga pernah mau menargetkan segitu. Disaat semua orang berkoar-koar mau IP 4 saya malah minta 3 koma saja. Disaat orang-orang sudah mulai menurunkan tergetnya karena perkuliahan yang tidak seindah bayangan saya malah menaikan target IP.
Terkait tindakan saya ini, apa pendapat teman-teman?
Saya mulai banyak berpikir semester 5 ini, terutama setelah saya nge-kost dan dapat matakuliah MPPI (metode penulisan dan penyajian ilmiah). Saya rasa saya sudah mulai memasuki mental dewasa awal. Kenapa? Saya mulai merasa malu minta uang sama orang tua, meskipun tau ga punya pemasukan apa-apa kecuali dr mereka tapi tiap minta rasanya malu sekali. Sebagai anak sulung saya merasa tidak cukup bisa dibanggakan. terutama kalo ngomongin prestasi. Dibanding adik laki-laki saya yang sekarang kelas 2 SMA di SMAN 1 Bogor dan adik perempuan saya yang kelas 1 SMP di pesantren Al-Kahfi sana saya memang jauh. Ya meskipun kalo dilihat-lihat saya lebih pandai bersosialisasi dibanding semua adik saya. Tapi menurut saya kemampuan bersosialisasi itu adalah kemampuan "by nature" bagi semua anak sulung.
Sebab ini adalah sebab yang membuat saya menjadi sadar bahwa saya sebagai anak pertama memang harus segera lebih memandirikan mental saya, apalagi matakuliah MPPI selalu membuat saya teringat akan masa kuliah yang ga akan lagi lama. Sebab ini pula yang memotivasi saya mempunyai target yang sungguh terdengar muluk. Saya berpikir bahwa tidak banyak yang bisa saya sajikan bagi Ummi dan Abi. Jika bukan dengan IP yang bagus lalu dengan apalagi? sedangkan kini pulang ke rumah yang jaraknya dari laladon dekat saja saya jarang -masih bogor-bogor juga-. Paling-paling 2-4 kali saya mampir atau nginep semalam di rumah. Begitu ketemu Abi di kantornya yang saya liat malah uban beliau yang makin banyak. Jadi merasa kecewa dengan IP kemaren yang kecilnya keterlaluan. bahkan karena IP kemaren IPK saya sukses ga mencapai lagi 3.
Paling tidak, jika IPK saya bisa 3 koma lagi saya bisa ambil beasiswa lagi dan meringankan biaya yang harus mereka keluarkan.
Paling tidak ada beban yang saya kurangi buat mereka.
Dan terkait dengan target saya yang muluk itu, biarlah terdengar muluk, biarlah pula bila usaha dunia 'selalu' terasa kurang paling tidak saya sungguh berusaha dengan belajar dan berusaha lewat usaha 'langit'. Banyak hal yang harus segera kita ambil tindakan, karena bila kita terus menunda dengan berbagai alasan tindakan terakhir kita hanyalah penyesalan dan itu adalah seburuk-buruknya tindakan. Semoga kita bisa menunda untuk menunda. :) keep smile and positive thinking.
Komentar
Semangat kakak! Kakak pertama selalu terlihat paling tegar di keluarga, jadi jangan sampai "kegelisahan" ente yang ini "terlihat" di adik-adik ente.
Adik kedua ente di Al-Kahfi Lido kah? Wah, berarti secara gak langsung dia adik kelas saya, hehe..