Indonesia Dan Rasa Malu



Banyak topik dan kasus yang bisa dijabarkan dari judul yang saya buat, tapi agaknya saya akan mengerucutkan bahasan ini pda topik yang lebih spesifik. Macet Bogor. Apa kaitan macet di Bogor dengan rasa malu masyarakatnya?
Seringkali kita mengalami macet dalam perjalanan pulang atau berangkat menuju tempat tujuan. Membuang-buang waktu berharga kita diperjalanan bahkan hingga satu jam lebih. Parahnya, kemacetan yang terjadi seringkali tanpa alasan yang masuk akal. Kita ambil beberapa contoh sebab kemacetan yang berhubungan dengan MINIMNYA rasa malu masyarakat.
Kasus 1
Hari ini (18 Mei 2014) saya mengalami kemacetan luarbiasa yang jarang saya alami. Dari Darmaga IPB sampai Bubulak membutuhkan waktu selama lebih dari satu jam. Kemacetan ini diakibatkan tiga truk muatan bahan baku untuk sebuah calon bangunan G**nt yang parkir tepat di ruas jalan. Lalu apa hubungannya dengan rasa malu? Hubungannya adalah, mengapa sang empunya urusan tidak mencari tempat parkir yang tidak menyusahkan orang banyak? Apakah sang empunya urusan berharap semua orang memaklumi pembangunan G**nt tersebut sehingga malas mencari tempat parkir bagi truk-truk nganggur tersebut?
Asal teman-teman ketahui, kemacetan ini berlangsung dari Darmaga IPB sampai mendekati Laladon dan ini hanya dikarenakan pihak tidak bertanggung jawab yang memarkir truk di ruas jalan yang memang sudah sempit pula. Mengapa mereka tidak berpikir sih?! Ckck. Kemana rasa malu mereka yang dengan santai menyusahkan orang banyak karena urusan mereka?
Kasus 2
Kemacetan satu ini berlangsung dari Sindang Barang Jero hingga bubulak. Tidak lebih parah dari kasus 1 tapi dengan sebab yang sama. Titik kemacetan ini di Sindang Barang Jero. Penyebab kemacetan panjang ini karena penjual lele yang meletakan muatannya dipinggir jalan dan mengambil ruas jalan. Jika teman-teman belum tahu, maka akan saya beri tahu bahwa jalan di SBJ ini hanya seluas jalan di bara-bateng. Saya teramat bingung, entah penjual lele itu sadar atau tidak, tapi apa yang telah ia lakukan mendzolimi banyak orang yang terkena macet hanya karena muatannya yang tidak pada tempatnya. Apakah beliau tidak malu membuat orang lain susah?
YAP…
Karakter buruk banyak orang Indonesia adalah seringkali LUPA untuk MALU bahwa BARANGKALI apa yang telah ia lakukan membuat susah orang lain. Itulah dia mengapa malu harus bersemayam pada diri orang beriman. Bukan sekedar malu karena berbuat dosa untuk diri sendiri dihadapan Allah, tapi juga malu karena membuat orang lain susah, dan BARANGKALI karena orang lain susah orang lainpun jadi ikut berdosa karena ngomel, menghujat, dan sebagainya yang sangat mungkin sebab ia berdosa adalah kita dan kita ikut kena ciprat dosanya.
Sekian tulisan saya kali ini, mudah-mudahan menjadi koreksi diri bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!