Pelik

Kelabunya langit senja sama seperti kelabunya fajar

tak pernah ada kata yang bisa kuucapkan lemah saatku bersamamu

jauh... jauh... dan semakin jauh. semakin jauh aku melihat ke depan

semakin banyak lembar yang aku intip ke belakang

warnanya tak pernah pudar di bilik kehangatan

celotehnya memang tak lagi ku dengar, tak lagi ku rasa

Kau, atau biarlah ku sebut kalian.

seperti yang kukatakan waktu tak akan menunggu

mungkin ia akan menyeretmu dalam keniscayaan

waktu telah jauh terlewat meski rasa itu masih bisa tersisa

langit biru tentu akan berjalan perlahan melewati dinding bumi

berganti... berganti.. berlalu... dan berubah...

Terimakasihku tak akan cukup sebagai bingkisan 

maafku tak akan cukup menutupi luka 

tapi izinkan ku jadikan senyum ini perban penutup luka yang menganga

izinkan aku untuk memeluk lagi hangatnya cerita kita dalam lingkaran

bisakah... bisakah...?

Fajar menyingsingkan lengannya, membuka tabir keniscayaan

tak akan mampu kau jadikan keniscayaan sebagai kepalsuan

atau akankah ini menjadi kepura-puraan

aku,, inilah aku yang merindukan tangis, amarah, dan tawa.

kau yang akan segera jauh terseret ombak waktu, dan tergulung ombak takdir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow Response

Sahabatku Guruku

Penulis

Cintaku Padamu

Haura... mentoring yuk!!